PBB Gagal Tangani Kasus Palestina, Dosol Uniol 4.0: Palestina Butuh Institusi Khilafah


TintaSiyasi.com -- Menanggapi gagalnya PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dalam menangani kasus Palestina, Dosen Online (Dosol) Universitas Online (Uniol) 4.0 Diponorogo Achmad Mu'it mengatakan Palestina butuh institusi khilafah.

"Pentingnya membangun kesadaran umat, bahwa mereka (Palestina) sangat membutuhkan kesatuan di bawah satu kepemimpinan, dan Islam menjelaskan institusi tersebut adalah Khilafah," tuturnya dalam kuliah online di WhatsApp Group Uniol 4.0 Diponorogo, Ahad (30/5/2021).

Karena menurutnya, kegagalan PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia mengharuskan umat Islam menentukan solusinya sendiri. 

"Umat harus menyadari bahwa selama ini mereka  ditipu oleh Barat. Umat harus kembali kepada Islam karena dengan tuntunannya terdapat solusi dari setiap problem umat. Dalam kasus Palestina, andai saja para penguasa negeri Islam saat ini berpegang teguh pada al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW," ungkapnya.

Menurutnya, umat Islam seharusnya melakukan hal-hal berikut:

Pertama, menyerukan jihad (perang) dan membuka pintu-pintu perbatasannya dengan Palestina, seraya menggerakkan semaksimal kekuatan tentara yang mereka miliki. 

“Inilah yang wajib mereka lakukan dalam rangka memenuhi seruan Allah SWT dalam Surat Al-Anfal 8: Ayat 72, Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguasa Muslim seharusnya mengubur rasa takut dan kecemasan atas kekuatan semu Israel dan bangsa-bangsa pendukungnya. "Fakta membuktikan, Israel bisa dikalahkan oleh Hizbullah, yang notabene bukan negara. AS mengalami kebangkrutan besar dalam perang di Afganistan dan Irak karena tidak mampu mematahkan perlawanan para mujahidin. Sesungguhnya orang-orang kafir sangat takut terhadap kekuatan umat Islam (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 13),” ungkapnya.

Ironisnya, menurutnya, saat umat Islam berpikir untuk melakukan jihad di Palestina, yang pertama kali menghalangi umat Islam untuk berjihad justru para penguasa di negeri-negeri Islam itu sendiri. “Padahal Rasulullah SAW, sebagai kepala negara Daulah Islam di Madinah saat itu, telah memberikan uswah (teladan) dengan bertindak cepat dan tegas dengan cara membersihkan entitas Yahudi ketika mereka mencoba melecehkan seorang Muslimah. Demikian juga sikap para Khalifah pada masa-masa Kekhilafahan setelah Beliau,” ujarnya.

Kedua, negara Israel harus dihapus sebagaimana Rasulullah SAW mengusir orang-orang Yahudi dari semenanjung Arab. Sebab, menurutnya, akar persoalannya adalah berdirinya negara Israel di tanah kaum Muslim. Tanah Palestina adalah hak dan milik umat Islam yang diperoleh dengan tetesan darah dan airmata serta mengorbankan banyak nyawa. Statusnya sebagai tanah kharajiyah itu tidak akan pernah berubah hingga hari kiamat. Karena itu, langkah damai hanyalah manipulasi sekaligus merupakan pengakuan tak langsung terhadap penjajahan bangsa Yahudi atas tanah kaum Muslim. “Padahal para penguasa Muslim saat ini seharusnya meniru para Khalifah dulu yang tidak pernah membiarkan sejengkal pun tanah Palestina dikangkangi orang-orang Yahudi kafir,” ungkapnya.

Ketiga, para penguasa negeri Islam seharusnya meninggalkan sistem jahiliyah dengan cara menerapkan syariah Islam secara total. Atau umat sendiri yang akan bergerak alamiah untuk mengganti sistem. Menurutnya, cepat atau lambat, hingga kesatuan dan persatuan umat Islam seutuhnya kembali mewujud di bawah satu kepemimpinan seorang khalifah. “Lalu umat akan berperang di belakang khalifah, yang berfungsi sebagai perisai, untuk menghancurkan eksistensi Israel dan menghentikan penjajahan Amerika dan sekutunya,” ujarnya.

Keempat, menurutnya, para penguasa Muslim dan umat Islam harus keluar dari penjara besar sistem kapitalis imperialis pimpinan AS dan sekutunya. Baik dari PBB maupun lembaga-lembaga turunannya yang lain, seperti IMF, World Bank dan lain-lain

"Hendaknya umat Islam tidak berhenti sebatas berdoa dan menggalang solidaritas dalam bentuk bantuan uang dan obat-obatan bagi saudara kita di Palestina,” imbuhnya.

Sebab ia menilai, hanya solusi Islam sebagai solusi final yang akan menghentikan kebiadaban Israel. "Sekaligus mengakhiri derita umat Islam di berbagai belahan dunia saat ini," tandasnya. [] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar