Narkoba Perusak Generasi, Siapa yang Peduli?


Sejak duduk di bangku sekolah dasar dulu, saya sudah mendengar bahwa ada sesuatu yang tidak boleh dikonsumsi yaitu narkoba (narkotika, psikotropika dan obat terlarang). Sampai di setiap buku tulis yang saya beli terdapat tulisan mengedukasi, "Prestasi, Yes! Narkoba, No!". 

Narkoba sangat berbahaya apalagi dikonsumsi secara terus menerus, sehingga akan merusak kesehatan fisik dan mental. Tertanam rasa takut dan was-was setelah mengetahui bahayanya, hingga tidak mau menerima sesuatu atau jajanan seperti permen dan sebagainya dari orang yang tidak dikenal, karena bisa saja di dalamnya mengandung narkoba.

Namun, semakin berkembangnya zaman, narkoba semakin merajalela tumbuh subur di negeri ini, bukan hanya orang dewasa tetapi anak-anak juga terjerat untuk mengkonsumsinya. Hati siapa yang tidak sedih jika anak, adik, saudara atau kerabatnya ketahuan mengkonsumsi narkoba. Bagaimana mungkin seorang anak bisa terjerat hingga menjadi candu untuk mengkonsumsinya? 

Awalnya mereka diberikan secara gratis, hingga mereka ketagihan dan harus bergantung pada narkoba, kalau tidak terpenuhi, maka tubuh mereka akan merasa sakit. Setelah mereka kecanduan, tentu mereka ingin terus menerus mengkonsumsinya, dan tidak ada lagi yang gratis, mereka harus membelinya. Anak yang masih duduk di bangku sekolah yang belum memiliki mata pencaharian, masih mengandalkan uang orangtuanya. Namun, sudah kecanduan narkoba, mau tidak mau mereka harus membelinya, entah itu dari uang jajannya atau bahkan ia rela mencuri hanya untuk bisa membeli narkoba. Sungguh sangat menyedihkan generasi ini.


Narkoba Tumbuh Subur di Sistem Kapitalisme

Narkoba, akar kerusakan generasi, hingga menyebabkan tingkat kejahatan di negeri ini semakin tinggi. Mengapa narkoba tidak ada habisnya diberantas di negeri ini? Karena negeri ini masih berada dalam belenggu sistem kapitalisme, yang menjalankan kehidupan hanya untuk materi, bukan untuk meraih ridha Allah, sehingga hukum-hukum yang dibuat sesuai hawa nafsu, bukan sesuai aturan Sang Pencipta.

Lihat saja faktanya, para pejabat yang seharusnya jadi panutan, dan berpartisipasi memberantas narkoba, malah ikutan nyemplung terlibat dalam penggunaan itu. Salah satunya sekda nias utara yang terbukti positif narkoba saat terjadi razia tempat hiburan malam. Dikutip dari laman kompas.com, "Ia positif menggunakan ekstasi. Untuk saat ini masih dalam pemeriksaan petugas, nanti akan disampaikan lebih lanjut," ungkap Kombes Pol Riko Sunarko saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Senin (14/6/2021) siang.

Sistem kapitalisme-liberal juga melahirkan sikap hedonis dan permisif, orang-orang yang jauh dari agama akan hidup hanya untuk kesenangan semata, dan membolehkan segala aktivitas yang dilakukannya tanpa peduli halal dan haram, tanpa peduli konsekuensi akibat perbuatan yang dia lakukan, tanpa peduli aturan Tuhan yang telah menciptakannya.


Islam Meniadakan Narkoba dan Semua yang Memudharatkan

Berbeda halnya dengan sistem Islam yang menerapkan aturan hidup berdasarkan aturan dari Sang Pencipta, yang Maha Menciptakan dan Maha Mengatur. Islam hanya menghalalkan segala yang baik dan mengharamkan segala yang buruk pada diri manusia, sehingga Islam mengharamkan narkoba sebab kemudharatan yang akan menimpa mereka.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S Al A'raf ayat 157:

اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُ مِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَا لْاَ غْلٰلَ الَّتِيْ كَا نَتْ عَلَيْهِمْ ۗ فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗۤ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung."

Maka dari itu, hukum-hukum Islam bukan buatan manusia apalagi berdasarkan hawa nafsu, melainkan berasal dari wahyu. Jika pemimpin negeri menerapkan aturan sesuai aturan Sang Pencipta, tentu problematika kehidupan akan mudah diatasi, salah satunya masalah narkoba yang tidak boleh tumbuh subur di negeri ini, dan para pengedar serta pecandu narkoba tidak akan mengulangi perbuatannya karena akan diberi hukuman yang memberikan efek jera bagi mereka. 

Semoga sistem kapitalisme segera tergantikan dengan sistem Islam, sehingga generasi kita terhindar jeratan narkoba dan hal-hal yang dapat merusak diri.[]


Oleh: Nurmalasari
(Sahabat TintaSiyasi)

Posting Komentar

0 Komentar