Menhan Akan Beli Alutsista Pakai Utang LN, Pengamat: Kebijakan Keuangan yang Salah


TintaSiyasi.com -- Pengamat Kebijakan Publik Dr. Nasrul Syarif, S.Sos.I, M,Si, mengatakan rencana Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk membeli Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) menggunakan hutang Luar Negeri (LN) adalah bentuk kebijakan keuangan yang salah.

“Justru malah menurut saya, kesalahan yang paling mendasar adalah ketika kebijakan keuangan yang salah, APBN ini berbasis utang dan pajak,” ujarnya dalam Kabar Petang - Duh, Beli Alutsista Kok Utang Asing Rp1,7 Kuadriliun!, Senin ( 31/5/2021), di kanal YouTube News Khilafah Channel.

Dengan adanya utang tersebut, ia menjelaskan, bahwa dalam proses pendanaan pertahanan keamanan dengan utang, akan membuat Indonesia semakin tergantung dan dikendalikan oleh negara-negara yang memberikan utang.

“Maka otomatis negara-negara adidaya akan bisa mengendalikan Indonesia dengan dalil utang itu sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan dalam pemerintahan Islam dengan Baitul Mal yang stabil dan kuat, sangat berbeda diameter dengan APBN dalam pemerintahan kapitalisme.

“Ada tiga hal Baitulmal stabil dan kuat, pertama sumber pemasukan banyak, kedua pengeluaran loaksi pengeluaran jelas, ketiga penyusunannya tidak dilakukan tahunan,” jelasnya.

Kemudian ia juga menambahkan, bahwa Indonesia mampu untuk membiaya sendiri Alutsista dengan adanya sumber daya alam yang melimpah.

“Tinggal sistem yang mau dipakai apa? Ketika yang dipakai adalah sistem kapitalisme yang berbasis utang dan pajak kemudian dikorupsi, inilah yang membuat karut marut negeri ini,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu

Posting Komentar

0 Komentar