Ketua FDMPB: Penindasan Palestina adalah Urusan Negeri Ini



TintaSiyasi.com-- Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa Dr. Ahmad Sastra, M.M., menyatakan penindasan yang dialami bangsa Palestina oleh zionis Israel adalah urusan bangsa Indonesia.

“Presiden pertama ini menyatakan bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel. Karena itu, secara historis, jika merujuk sikap Bung Karno ini, maka penindasan atas bangsa Palestina, hari ini, adalah urusan negeri ini,” dikutip dari ahmadsastra.com bertajuk Jangan Pernah Berhenti Bela Palestina, Selasa (25/05/2021).

Ia menyayangkan dengan masih adanya sebagain orang tidak peduli atas berbagai bentuk penjajahan. “Sebenarnya jika mau merujuk kepada sila kedua Pancasila, maka cukuplah kesadaran kemanusiaan mampu menalar atas segala bentuk penjajahan yang merupakan pelanggaran berat atas hak asasi manusia,” jelasnya. 

Lebih lanjut, ia menegaskan untuk memperkuat spirit pembelaan atas Palestina, alangkah baiknya bangsa Indonesia membuka kembali lembaran sejarah. Ia memgatakan gakta sejarah menunjukkan negara Palestina telah mendukung penuh dan mengakui kemerdekaan Indonesia atas penjajahan.

“Pada September 1944, Mufti Besar Palestina Syekh Muhammad Amien al-Huseini menyatakan dukungannya bagi kemerdekaan RI. Ia bahkan menyampaikan dukungannya itu melalui radio berbahasa Arab di Berlin. Langkah Palestina tersebut diikuti oleh Mesir yang pada 22 Maret 1946 mengakui kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, antara sesama muslim di seluruh dunia adalah bersaudara dengan diibaratkan sebagai satu tubuh.

Ia mengutip hadis riwayat Muslim nomor 4685, dari An-Nu'man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR Muslim No 4685)

Karena itu, lanjutnya bagi seorang muslim, membela Palestina bukanlah sekadar persoalan kemanusiaan, kolonialisme atau kezaliman, namun lebih dari itu adalah bagian dari ekspresi keimanan. Allah dengan tegas melarang umat Islam bercerai berai, sebaliknya harus bersatu.

“Persoalan pokok Palestina itu adalah adanya penjajah Israel yang merampas tanah kaum muslimin disana dan melakukan pendudukan dan penjajahan. Jadi perjuangan ini harus fokus kepada bagaimana agar Israel mundur dari Palestina. Perjuangan untuk membuat mundur Israel dari tanah Palestina, tidak mungkin bisa diraih dengan perdamaian, diplomasi atau perjuangan orang perorang, namun diperlukan persatuan umat Islam sedunia,” pungkasnya. [] Sri Nova Sagita

Posting Komentar

0 Komentar