Jurnalis: Saya Tidak Pernah Temukan Tokoh Publik Muslim Nyinyir terhadap Perjuangan Palestina Sebelum...


TintaSiyasi.com-- Jurnalis Tabloid Media Umat Joko Prasetyo mengungkapkan, sejak tahun 1999 menjadi jurnalis tidak pernah menemukan tokoh publik Muslim nyinyir terhadap perjuangan Palestina, sebelum rezim Jokowi berkuasa.

"Sejak jadi jurnalis itu tidak pernah menemukan tokoh-tokoh publik yang agamanya Islam yang nyinyir terhadap perjuangan Palestina, selama sebelum rezim Jokowi berkuasa," tuturnya dalam Kajian Bincang Media Umat bersama Joko Prasetyo: Gencatan Senjata, Palestina Masih Membara, Rabu (2/6/2021) di kanal Youtube Follback Dakwah.

Bahkan, ia mengatakan, sangat menjijikkan dan memuakkan bila ada tokoh publik Muslim nyinyir terhadap perjuangan Palestina dan Muslimin yang mendukungnya. Misalnya, ucapan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono dan mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Soleman B. Ponto yang diduga kuat terkesan pro-zionis Israel.

"Misalnya, Hendropriyono bilang, 'Palestina bukan urusan kita', kalau Soleman B. Ponto bilang, 'pendudukan Israel di Palestina bukan Penjajahan terhadap Palestina'. Kalau sekelas tokoh begitu, kita kan baru dengar sekarang, dengar di rezim Jokowi ini," ungkapnya.

Ia mengatakan, bila didasarkan kepada Islam, tokoh-tokoh Muslim mestinya dalam setiap perkataan, sikap, maupun perbuatan haruslah tidak bertentangan dengan Islam. Seperti mengatakan, Israel dan Palestina itu bukan urusan kita, menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan Islam.

"Nah, kalau sekelas tokoh begitu kan baru dengar sekarang. Dengar di rezim Jokowi ini, rezim-rezim sebelumnya enggak ada seperti itu. Coba kita lihat atas dasar apa kedua tokoh ini berbicara seperti itu?" tanyanya.

Ia menjelaskan terkait fakta umat Muslim di Palestina yang sedang dianiaya dan dibunuhi. Ia mencontohkan, saat mereka sedang shalat Jumat di akhir Ramadhan di Masjidilaqsa dibubarkan dengan tembakan gas air mata dan dipukuli yang menyebabkan ratusan luka-luka.

"Siapa yang membela? Ternyata yang membela Hamas. Jadi sebetulnya itu bukan kewajiban Hamas di Gaza saja, tapi kewajiban kaum Muslimin untuk membela saudaranya yang sedang beribadah, dari kekejaman dan kebrutalan zionis Israel," imbuhnya.

Sehingga, menurutnya, apa yang dikatakan Hendropriyono, 'itu bukan urusan kita', sangat tidak Islami. Karena, menurutnya, sudah jelas menurut UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) Masjidilaqsa bagian kebudayaan dan merupakan cagar budaya Islam, punya kaum Muslimin. Sehingga, Israel tidak boleh melakukan blokade terhadapnya.

"Jadi, mau menggunakan dasarnya Islam, omongan Soleman B. Ponto dan omongan Hendropriyono itu enggak Islami, bertentangan dengan Islam malah," sanggahnya.

Om Joy menambahkan, walaupun dengan memakai konstitusi republik Indonesia pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 alinea pertama, juga tidak masuk. "Karena dalam pembukaan UUD 45 alenia pertama sudah jelas dikatakan, bahwa penjajahan atas muka bumi harus dihapuskan," pungkasnya.[]
Rasman dan Munamah

Selengkapnya simak di YouTube Follback Dakwah

Posting Komentar

0 Komentar