Isu Radikalisme dalam TWK, Aktivis 98: Bisa Jadi untuk Menutupi Kebobrokan Negara


TintaSiyasi.com-- Menanggapi isu radikalisme yang mencuat dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aktivis 98 Agung Wisnuwardana menilai, hal itu bisa jadi diangkat untuk menutupi kebobrokan tata kelola negara. 

“Isu radikalisme, radikal-radikul, bisa jadi diangkat untuk menutupi kebobrokan tata kelola negara,” tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Selasa (9/6/2021).

Ia menduga, isu radikalisme sengaja diangkat untuk mempengaruhi dan menggiring opini publik agar bisa membenarkan tindakan pimpinan KPK  memecat pegawainya.

“Isu radikalisme menyeruak dalam Tes Wawasan Kebangsaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), label radikal hingga dicap Taliban menjadi kartu mati untuk memecat 51 pegawai KPK yang keras menindak koruptor,” imbuhnya.

Agung membeberkan, di Kementerian Agama juga tidak mau kalah ikut menebar isu radikalisme. “Isu ini dimainkan di tengah batalnya jemaah haji Indonesia berangkat tahun ini. Menag (Menteri Agama) bakal sertifikasi wawasan kebangsaan pada penceramah agama,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sekarang Garuda Indonesia mengalami kerugia hingga Rp70 triliun dan siap-siap bangkrut. Sementara PT Kereta Api Indonesia (KAI) merugi hingga Rp 315 dan utang luar negeri menggunung lebih dari Rp 6.500 triliun.

“BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kaya nyungsep diambang jurang kebangkrutan. Isu radikalisme seolah terus disemburkan oleh rezim penguasa, di tengah kebobrokan tata kelola negara,” pungkasnya.[] Sri Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar