Islamofobia di Kanada Melayangkan Nyawa


Kemunculan Islamofobia di dunia Barat bukanlah hal baru dikarenakan Islamofobia sebenarnya adalah agenda wajib buatan Barat untuk memberikan framing buruk terhadap Islam itu sendiri. Sehingga baik Muslim maupun non-Muslim benar-benar berpikir bahwa Islam adalah agama yang pro kekerasan dengan ajaran jihad dan perangnya.

Baru-baru ini, polisi di Provinsi Ontario Kanada menyatakan, seorang pengemudi dengan sengaja melakukan penyerangan kepada satu keluarga dengan alasan keluarga tersebut adalah Muslim. Pengemudi tersebut menewaskan empat orang dan melukai serius seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun. Serangan tersebut mendapat kecaman oleh salah seorang pejabat negara sebagai "tindakan kebencian yang tak bisa diungkapkan" (m.bisnis.com, 08/06/2021).

Memang tidak disebutkan secara rinci nama-nama korban akibat peristiwa ini, hanya disebutkan bahwa korban adalah seorang wanita berusia 74 tahun, pria berusia 46 tahun, wanita berusia 44 tahun dan gadis berusia 15 tahun. Kini, tersangka telah didakwa dengan empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan satu tuduhan percobaan pembunuhan (news.detik.com, 08/06/2021).

Selain menarasikan opini negatif terhadap ajaran Islam, baik Islam maupun penganutnya selalu mendapat perlakuan tak adil dan terus menerus menjadi sasaran tuduhan serta diskriminasi dari berbagai pihak hingga merenggut nyawa. Peristiwa seperti ini bukanlah pertama kalinya, namun berulang kali terjadi hanya saja banyak kasus yang tak menjadi sorotan media.

Kecaman dari pejabat negara pun tak cukup menghentikan kekerasan terhadap Muslim akibat Islamofobia ini. Akan ada lagi nyawa Muslim lainnya yang akan melayang jika sekelas penguasa hanya merespon hal semacam ini dengan kecaman saja.

Rasulullah SAW bersabda, “Lenyapnya dunia lebih ringan bagi Allah, daripada terbunuhnya satu orang Muslim.” (HR Tirmidzi).

Hadis di atas menunjukkan bahwa nyawa seorang Muslim lebih berharga dari pada dunia. Namun, lain halnya jika hidup di sistem saat ini yang memang bukan berasal dari Islam maka wajar saja jika mudah sekali untuk menghilangkan nyawa manusia terlebih jika manusia tersebut adalah seorang Muslim. Nyawa manusia dalam sistem hari ini pun lebih murah harganya dibandingkan dengan harga seekor domba. Miris memang!

Untuk itu, hanya kepemimpinan Islamlah dalam naungan khilafah yang terbukti mampu menghentikan kekerasan dan mengangkat kehormatan Islam di tengah bangsa dunia. Maka, tak ada jalan lain kecuali kembali kepada Islam dengan sistem pemerintahannya yang diterapkan secara menyeluruh di segala aspek kehidupan. Wallahu a'lam bishshawab.[]


Oleh: Sari Ramadani
(Aktivis Muslimah Medan)

Posting Komentar

0 Komentar