Analis Muslimah Voice Beberkan Peran Negara Siapkan Generasi Siap Nikah



TintaSiyasi.com-- Berbicara soal generasi yang takut menikah, tetapi doyan pacaran, Analis Muslimah Voice membeberkan peran negara menyiapkan generasi siap menikah. 

"Islam telah mempersiapkan generasinya agar memahami tujuan pernikahan. Terlebih setiap manusia memiliki fitrah ghariza nau'. Tujuan pernikahan selain diupayakan setiap individu Muslim harus pula didukung penuh oleh negara. Peran negara dapat dijelaskan sebagai berikut," tuturnya dalam kuliah online di grup WhatsApp Uniol 4.0 Diponorogo, Rabu (9/6/2021).

Pertama, negara harus melakukan pendidikan pranikah kepada generasi Muslim. "Jangan sampai generasi Islam nirvisi dan nirmisi menikah. Karena dikhawatirkan, jika tidak memiliki bekal yang cukup membangun bahtera rumah tangga, akhirnya rumah tangga pupus di tengah jalan, ketika usia pernikahan masih bayi," jelasnya. 

Menurutnya, menjadi tanggung jawab negara untuk mempersiapkan generasi siap nikah, siap mencetak, dan melahirkan generasi emas penerus perjuangan Islam.

Kedua, negara harus memudahkan umatnya untuk melakukan ibadah nikah. "Jangan malah mempersulit dengan menambah syarat-syarat yang memberatkan. Justru, negara harus membantu meringankan syarat-syarat dalam syariat pernikahan," paparnya. 

Ia mencontohkan, tiga kemudahan yang seharusnya diberikan negara. Pertama, negara menggratiskan dan memfasilitasi rakyatnya yang ingin menikah. Kedua, negara harus membantu calon kepala keluarga dalam mencari nafkah, salah satunya dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Ketiga, negara memberikan bantuan sandang, pangan, dan papan, apabila calon pasangan yang akan menikah kesulitan dalam mencukupkan kebutuhan primer tersebut.

Ketiga, negara wajib menutup pintu-pintu kemaksiatan yang memicu perzinaan. Menurutnya, segala bentuk pemenuhan ghariza nau' yang bertentangan dengan Islam harus dicegah. Makanya, pemerintah selain memudahkan nikah, harus mencegah terjadinya perzinaan dari akarnya. 

"Selain itu, pemerintah harus melaksanakan sanksi dan uqubat jika ada yang melanggar syariat Islam. Hukuman para pelaku zina, wajib ditegakkan negara," ujarnya. 

Ia menambahkan, negara yang mampu mewujudkan itu semua adalah negara yang menerapkan syariat Islam dalam bingkai khilafah. "Bukan malah demokrasi kapitalisme yang memuja kebebasan dan bertentangan dengan Islam," tuntasnya.[] Sri Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar