Alih Status Pegawai Menjadi ASN, Prof Suteki: Langkah Pembunuhan Independensi KPK


TintaSiyasi.com -- Menyoroti alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari pegawai KPK Independen menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pakar Hukum dan Masyarakat, Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum., menduga hal itu sebagai persiapan pembunuhan independensi KPK. 

“Alih status pegawai KPK dari pegawai KPK independen menjadi ASN merupakan langkah persiapan pembunuhan independensi KPK, ” tuturnya kepada Tintasiyasi.Com, Ahad (6/6/2021).

Menurutnya, pembunuhan independensi KPK juga bisa didorong oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak Judicial Review (JR) atas (Undang-Undang) UU Revisi UU KPK. 

“Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji formil Undang-Undang nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK),” imbuhnya . 

Prof Suteki menegaskan, MK berpendapat bahwa dalil para pemohon yang menyatakan UU KPK tidak melalui Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan terjadi penyelundupan hukum tidak beralasan hukum. 

“MK juga berpendapat UU KPK sudah memenuhi asas kejelasan tujuan. Sementara, isi UU KPK Revisi mengandung unsur-unsur pelemahan KPK,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya pelemahan KPK sebagai tulang punggung pemberantasan korupsi di negeri ini, dapat dijelaskan dengan strategi pelemahannya yaitu revisi UU KPK.

“Hal ini merupakan konsekuensi dari episode panjang “penyisihan “ sebagai upaya berbagai kepentingan guna mereduksi fungsi dan tugas KPK,” pungkasnya. [] Sri Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar