Agar Masyarakat Tidak Fokus kepada Kasus Korupsi, Begini yang Dilakukan Koruptor



TintaSiyasi.com-- Terkait semakin marak kasus KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menduga isu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sengaja dibuat agar masyarakat tidak fokus kepada bencana besar kasus korupsi.

"Mereka (para koruptor) membuat mainan dengan melontarkan berbagai isu diantaranya tentang masalah intoleransi dan radikalisme serta lemahnya wawasan kebangsaan agar masyarakat luas tidak lagi terfokus perhatiannya kepada masalah dan bencana besar yang telah dan akan ditimbulkan oleh praktek KKN yang mereka lakukan," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Kamis (3/6/2021).

"Dengan kata lain, mereka telah mencoba untuk mengalihkan perhatian rakyat dan atau masyarakat kepada masalah intoleransi dan radikalisme serta masalah yang menyangkut wawasan kebangsaan," lanjutnya.

Anwar Abbas menyatakan, KKN itu ibarat api yang menyala dan membakar rumah bangsa. Sementara, masalah intoleransi, radikalisme, serta masalah menyangkut wawasan kebangsaan, menurutnya, bukanlah masalah utama.

Dia mencontohkan kasus korupsi bantuan sosial yang seharusnya itu digunakan untuk membantu rakyat miskin yang terdampak wabah pandemi Covid-19. 

"Sebagai contoh kita benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana bantuan sosial yang diperuntukkan bagi membantu jutaan orang miskin di negeri ini oleh menteri dan para pembantunya bukan lagi mereka 'tilep' tapi sudah mereka rampok secara besar-besaran," imbuhnya.

Dia menyarankan agar para menteri dan pejabat agar lebih memperioritaskan pemberantasan korupsi di lingkungan instansi mereka.

"Karena bagaimana kita akan percaya kepada orang yang akan memberikan wawasan kebangsaan kepada kita kalau mereka-mereka yang memberi wawasan kepada kita itu adalah pejabat atau orang-orang yang instansinya juga dikenal sarat dengan praktik-praktik tidak terpuji," pungkasnya.[] Fadhilah Fitri

Posting Komentar

0 Komentar