Pertanyaan Janggal Tes ASN KPK, Jurnalis: Bukan Sekadar Pelecehan Perempuan tapi…



TintaSiyasi.com-- Menanggapi pertanyaan tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dianggap janggal, karena cenderung melecehkan, Jurnalis Joko Prasetyo menduga, hal itu lebih kepada upaya menyaring mana yang taat syariat dan mana yang sudah sekuler radikal.

“Itu bukan sekadar pelecehan perempuan tetapi patut diduga lebih kepada upaya menyaring mana yang masih taat syariat dan mana yang sudah sekuler radikal. Kalau masih taat syariat, sangat mungkin bakal dicap radikal dan tidak akan diloloskan jadi ASN,” ujar Om Joy, begitu sapaan akrabnya, kepada TintaSiyasi.com, Jumat (7/5/2021). 

Menurut Om Joy, pertanyaan tes 'Kenapa belum menikah?', 'Bersedia tidak menjadi istri kedua?', 'Kalau pacaran ngapain aja?' hingga 'Apakah masih punya hasrat?' seperti yang diungkap mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah ke media massa, tidak bisa dikatakan janggal atau murni pelecehan perempuan. 

Karena ini bukan tes abal-abal tetapi ini tes masuk menjadi ASN, yang tentu saja dilakukan oleh orang-orang profesional dan berkompeten untuk menyaring orang. Judul besarnya juga jelas, tes wawasan kebangsaan (TWK). 

“Jadi, saking profesionalnya ya begitu, segala aspek yang bertentangan antara Islam dengan kemaksiatan ditanyakan, di bidang pergaulan pria-wanita (nizhamul ijtima’i) ya pertanyaan seperti itu,” tegasnya.
 
Menurutnya, hal itu wajar karena yang berkuasa di negeri mayoritas Muslim ini bukanlah orang yang taat syariat, tetapi oligarki yang rakus menyedot harta rakyat dan kaum sekuler radikal yang sangat fobia Islam. “Tentu mereka tidak mau dong kemaksiatannya dilarang-larang oleh orang taat syariat. Benar enggak?” pungkasnya.[] Achmad Mu’it

Posting Komentar

0 Komentar