Pengamat Ungkap Solusi Islam Wujudkan Perdamaian dan Keamanan Dunia


TintaSiyasi.com -- Agar terbebas dari tipuan Barat imperialis, Pengamat Politik Internasional Umar Syarifuddin mengungkap solusi Islam demi terwujudnya perdamaian dan keamanan dunia.

"Islam dengan segala tuntunannya adalah solusi dari setiap problem umat. Andai saja para penguasa negeri Islam berpegang teguh pada al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, seharusnya mereka melakukan hal-hal berikut," tuturnya pada TintaSiyasi.com, Jumat (21/05/2021).

Pertama, menyerukan jihad (perang) dan membuka pintu-pintu perbatasannya dengan Palestina. Umar menilai, penguasa negeri Muslim harus menggerakkan semaksimal mungkin kekuatan tentaranya. “Inilah yang wajib mereka lakukan dalam rangka memenuhi seruan Allah SWT: Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan agama, maka kalian wajib menolong mereka. (QS al-Anfal [8]: 72),” ujarnya.

Menurutnya, Penguasa Muslim seharusnya mengubur rasa takut dan kecemasannya atas kekuatan semu Israel dan bangsa-bangsa pendukungnya. “Fakta membuktikan, Israel bisa dikalahkan oleh Hizbullah, yang notabene bukan negara. AS juga mengalami kebangkrutan besar dalam perang di Afganistan dan Irak karena tidak mampu mematahkan perlawanan para mujahidin. Sesungguhnya orang-orang kafir sangat takut terhadap kekuatan umat Islam (Lihat: QS al-Hasyr [59]: 13),” tegasnya. 

“Ironisnya, saat umat Islam berpikir untuk melakukan jihad di Palestina, yang pertama kali menghalangi umat Islam untuk berjihad justru para penguasa di negeri-negeri Islam itu sendiri. Padahal Rasulullah SAW sebagai kepala negara Daulah Islam di Madinah saat itu, telah memberikan uswah (teladan) dengan bertindak cepat dan tegas dengan cara membersihkan entitas Yahudi ketika mereka mencoba melecehkan seorang Muslimah. Demikian juga sikap para Khalifah pada masa-masa Kekhilafahan setelah Beliau,” bebernya.

Kedua, negara Israel harus dihapus sebagaimana Rasulullah SAW mengusir orang-orang Yahudi dari Semenanjung Arab. Umar mengatakan, akar persoalan Palestina adalah berdirinya negara Israel di tanah kaum Muslim. “Tanah Palestina adalah hak dan milik umat Islam yang diperoleh dengan tetesan darah dan airmata serta mengorbankan banyak nyawa,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, menurutnya, status tanah Palestina sebagai tanah Kharajiyah itu tidak akan pernah berubah hingga Hari Kiamat. “Karena itu, langkah damai hanyalah manipulasi sekaligus merupakan pengakuan tak langsung terhadap penjajahan bangsa Yahudi atas tanah kaum Muslim. Padahal, para penguasa Muslim saat ini seharusnya meniru para Khalifah dulu yang tidak pernah membiarkan sejengkal pun tanah Palestina dikangkangi orang-orang Yahudi kafir,” ujarnya.

Ketiga, Umar menilai, para penguasa negeri Islam seharusnya meninggalkan sistem jahiliyah dengan cara menerapkan syariah Islam secara total. “Atau umat sendiri yang akan bergerak alamiah untuk mengganti sistem. Cepat atau lambat, hingga kesatuan dan persatuan umat Islam seutuhnya kembali terwujud di bawah satu kepemimpinan seorang khalifah. Lalu umat akan berperang di belakang khalifah yang berfungsi sebagai perisai untuk menghancurkan eksistensi Israel dan menghentikan penjajahan Amerika dan sekutunya,” jelasnya.

Keempat, menurut Umar, para penguasa Muslim dan umat Islam harus keluar dari penjara besar sistem kapitalis-imperialis pimpinan AS dan sekutunya, baik dari PBB maupun lembaga-lembaga turunannya yang lain, seperti IMF, World Bank dan lain-lain. “Sebaiknya kita tidak berhenti sebatas berdoa dan menggalang solidaritas dalam bentuk bantuan uang dan obat-obatan bagi saudara kita di Palestina. Yang tidak kalah pentingnya adalah membangun kesadaran umat, bahwa mereka sangat membutuhkan kesatuan di bawah satu kepemimpinan, dan Islam menjelaskan institusi tersebut adalah Khilafah,” ujarnya.

Sebab, menurutnya, hanya solusi Islam sebagai solusi final yang akan menghentikan kebiadaban Israel. “Sekaligus mengakhiri derita umat Islam di berbagai belahan dunia saat ini," pungkasnya. [] Witri Osman

Posting Komentar

0 Komentar