PBB Organisasi yang Mandul, Pengamat: Penguasa Muslim Tak Layak Bergantung Padanya


TintaSiyasi.com -- Menyoal peran PBB yang mandul sebagai penjaga perdamaian dan keamanan dunia, Pengamat Politik Internasional Umar Syarifuddin mengatakan, Penguasa Muslim tak layak bergantung padanya.

"Ironi memang. Ini bukti bahwa PBB sebagai organisasi yang mandul. PBB hanya bisa menghitung jumlah korban, total dan sedikit uang. Bagaimana mungkin' panggung sandiwara' PBB dengan sutradaranya AS dan kawan-kawan (dengan hak Vetonya) dijadikan tempat bergantung) oleh para  Penguasa Muslim,” tuturnya pada TintaSiyasi.com, Jum'at (21/05/2021).

Menurutnya, Penguasa-penguasa Muslim itu seolah lupa, bahwa sebenarnya 'sang sutradara-lah' yang menjadikan Israel itu ada dan eksis. “Setiap tahun  AS membantu Israel dan  membelikan alat-alat perang demi kepentingan pertahanan  Israel,” ujarnya.

Menurutnya, bom-bom  yang diledakkan di Gaza itu adalah bom yang dibeli dan dipasok oleh AS. “Sementara itu rancangan resolusi DK PBB selalu diveto AS dan Inggris dengan alasan tidak seimbang. Jika tidak, menekan Hamas agar menghentikan serangan," ungkapnya.

Umar membeberkan fakta 'kerajaan besar' yang bernama PBB terbukti telah menjadi media efektif bagi AS dan sekutunya untuk menguasai nasib negeri-negeri Islam, sementara para penguasa Muslim menjadi umala’ (antek-antek)-nya. “PBB terbukti terlibat dalam berbagai upaya pembantaian massal, seperti di Srebenica,” ujarnya.

Ia menilai, PBB juga gagal dalam 'misi perdamaiannya' di Kongo dengan korban hampir lima juta orang pada akhir tahun 2000. “Akibat mandulnya PBB, pada tahun 1994 pembantaian massal di Rwanda menelan korban hampir satu juta jiwa. PBB pun hanya menjadi alat legalisasi bagi kepentingan-kepentingan AS, sebagaimana ditunjukkan dalam tragedi Gaza-Palestina saat ini," pungkasnya.[] Witri Osman

Posting Komentar

0 Komentar