Mazhar Khan: Pandemi Global Sekularisme Menghancurkan Tatanan Sosial, Ekonomi, dan Politik



TintaSiyasi.com-- Menanggapi fakta global dewasa ini terkait kehidupan yang semakin tidak berimbang, Aktivis Muslim Inggris Mazhar Khan mengatakan, pandemi global sekularisme telah menghancurkan tatanan sosial, ekonomi, dan politik.

"Pandemi global sekularisme yang memisahkan peran Allah dari kehidupan telah menghancurkan tatanan sosial masyarakat, keluarga, ekonomi, dan politik," tutur Khan dalam cuplikan video bertajuk The Month That Changed The World, Rabu (21/04/2021) di kanal YouTube Mazhar Khan.  

Menurutnya, kondisi masyarakat menjadi tidak seimbang, karena memisahkan peran Allah SWT dalam mengatur kehidupan dan itu sedang menjadi pandemi global dalam berbagai aspek kehidupan. “Bahkan, ada yang menjadikan sesuatu yang lain sebagai sesembahan selain Tuhan. Tidak ada satu pun negara di dunia saat ini yang menjadikan Allah SWT sebagai Ilah yang mengatur kehidupan. Dan ini adalah pandemi yang terjadi secara global," bebernya.

Ia menjelaskan, sekularisme telah membuat hidup tidak bernilai, tidak punya tujuan, dan tidak punya kejelasan. "Dan situasi inilah yang dulu pernah menimpa masyarakat Quraisy di Mekah. Tempat Al-Qur’an diturunkan dan Rasulullah SAW diutus untuk seluruh umat," tegasnya.

“Orang-orang Quraisy percaya kepada Allah, tetapi tidak saat beribadah, apalagi dalam urusan kehidupan“ ujarnya.

Khan menyebutkan, seperti itulah kondisi kaum Muslimin hari ini secara global. "Umat percaya pada Allah SWT. Bagi yang beribadah saat shalat misalnya, ingat ada Allah. Tetapi setelah itu, peran Allah dijauhkan dari kehidupan. Umat Islam tidak seharusnya mengingat Allah SWT hanya ketika shalat saja," paparnya.


Kapitalisme

Menurutnya, kapitalisme global yang menguasai dunia sekarang telah berusaha keras untuk mengajak manusia mengisi kehidupan hanya dengan mengejar materi duniawi semata. "Yaitu, dengan  cara membeli banyak benda-benda materi sebisa mungkin. Seperti membeli rumah mewah, mobil-mobil mewah, pakaian, liburan dan hasrat duniawi lainnya,” ujarnya.

Namun di balik gaya hidup konsumtif yang diajarkan kapitalisme, Khan menjelaskan, mereka telah melahirkan kerusakan yang luar biasa. "Secara personal seperti tingginya angka pesakit jiwa, bunuh diri yang terjadi terus menerus sepanjang waktu. Semua itu telah membuat kehidupan di dunia ini hilang keseimbangan," tegasnya.

Menurutnya, tatanan sosial masyarakat juga tidak kalah rusak. Ia ungkapkan, secara struktur sosial terbagi-bagi. "Hanya sedikit yang kaya, selebihnya adalah rakyat miskin. Segelintir kelas mendapatkan hak-hak istimewa, kebanyakan hak-hak manusia dikebiri. Sebagian kecil mendominasi secara politik, tetapi mayoritas menjadi korban penindasan," bebernya. 

Bahkan ia merasa, kehidupan sosial masyarakat didesain seperti dunia binatang. "Kehidupan sosial masyarakat seperti dunia binatang. Di saat ada manusia yang diberikan minuman keras (khamr) dan kesenangan, di saat yang sama, terjadi perlakuan diskriminatif oleh orang kaya terhadap mereka yang miskin. Atau karena perbedaan warna kulit, atau juga karena status yang dianggap sebagai orang asing, padahal sudah mendapatkan pengakuan secara legal,” ungkapnya. 

Oleh karena itu, Khan menghimbau kepada umat Islam agar menjadikan bulan Ramadan ini sebagai bulan perubahan dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk untuk seluruh manusia. Ia menegaskan, tidak sedang bebricara persoalan buruk dunia Barat saja, seperti London, Paris, maupun New York. Tetapi, di seluruh dunia. 

“Jadikanlah Allah SWT hadir, tidak hanya saat beribadah, tetapi dalam setiap aktivitas kehidupan. Seperti ketika generasi awal para sahabat telah mencontohkannya," pintanya.

Dengan demikian, ia meyakini, kehidupan manusia lebih memiliki arti, tujuan dan makna yang jelas. "Allah SWT telah menjadikan tanah yang tadinya gersang berdebu menjadi satu negara yang mampu memimpin manusia dan memelihara keseimbangan dunia," tuturnya. 

"Kehidupan sosial kapitalisme mencoba menciptakan teori jannah di bumi, pada kenyetaannya, yang didapatkan adalah jahannam,” tegasnya.

Menurutnya, umat Islam harus serius merespons situasi sebagai bukti keimanan kepada Allah SWT. "Hanya umat Islam dan Islam yang mampu memelihara dunia ini dengan keseimbangan," tuntasnya.[] M. Siregar

Posting Komentar

0 Komentar