LBH Pelita Umat Protes Keras Terkait Penyitaan Buku Bertema Jihad saat Penangkapan Munarman



TintaSiyasi.com-- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat menyatakan protes keras terkait penyitaan sejumlah buku bertema jihad oleh Detasemen Khusus (Dennsus) 88 saat penangkapan Munarman.

"Bahwa kami protes keras terhadap penyitaan sejumlah buku yang bertema jihad, terlebih lagi kemudian dipublikasikan ke media dan publik," tulis dalam Pernyataan Hukum LBH Pelita Umat, ditandatangani oleh Chandra Purna Irawan, S.H., M.H., (Ketua) dan Panca Putra Kurniawan, S.H., M.Si., (Sekretaris Jenderal), Jumat (30/4/2021) di Jakarta.

Menurutnya, hal tersebut dikhawatirkan berpotensi memnjadi celah terjadi kriminalisasi terhadap istilah dan ajaran Islam, yaitu jihad. Apalagi istilah jihad sangat banyak dijelaskan di dalam Al-Qur'an dan hadis.

Ia menilai, penyitaan buku-buku bertema jihad tersebut yang kemudian ditampilkan kehadapan media dan publik adalah tampak seperti tindakan politik. 

"Apa hubungannya antara tindakan pidana dengan buku tersebut. Kami patut menduga sedang ada upaya membangun narasi 'buku-buku jihad inspirator teroris', sehingga berujung pada stigmatisasi-alienasi istilah jihad," imbuhnya.

Ia mengatakan, dengan adanya upaya kriminalisasi dan 'monsterisasi' ajaran Islam yaitu jihad, akan berpotensi membuat orang takut terhadap ajaran tersenut yang seharusnya tidak ditakuti. Dikhawatirkan terjadi kecenderungan orang tidak berani lagi menjelaskan terkait jihad, karena ketika membahasnya, seolah-olah mereka adalah penjahat atau teroris dan dituduh orang yang cenderung akan berpikiran ISIS.

"Kami menyeru kepada para praktisi hukum, akademisi dan ahli hukum untuk turut serta melakukan pembelaan terhadap segala potensi kriminalisasi ajaran Islam dan aktivisnya," pungkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar