Ironi, Pasar Penuh Sesak di Tengah Pandemi


Dikutip dari Kompas.com (03/05/2021), Pasar Tanah Abang penuh sesak pada Sabtu (1/5/2021) dan Minggu (2/5/2021). Lautan manusia bersesakan mulai dari pintu masuk hingga lorong-lorong kios. Sayangnya warga mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.
Patut diduga salah satu faktor pendorongnya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta masyarakat untuk membeli baju lebaran. Ajakan Sri Mulyani itu terkait program pemerintah yaitu hari belanja online nasional (harbolnas) jelang lebaran.

Fenomena keramaian tempat-tempat perbelanjaan saat ini sungguh mengkhawatirkan karena berpotensi terjadinya pelanggaran protokol kesehatan secara masif di banyak tempat. Jika sampai tak terkendali, kita layak khawatir pascalebaran akan terjadi lonjakan tinggi penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Selain itu, juga adanya pemahaman yang salah dari masyarakat terhadap manfaat vaksinasi Tanah Abang. Masyarakat beranggapan bahwa jika pedagang Tanah Abang sudah divaksin, maka para pengunjung tidak akan tertular Covid-19. Edukasi yang kurang soal manfaat vaksin. Seharusnya disampaikan berkali-kali bahwa para pengunjung pun punya resiko tertular karena belum divaksin.

Beberapa orang melewatkan kesempatan 10 hari terakhir di bulan Ramadhan dan lebih sibuk mempersiapkan kebutuhan lebaran. Berbelanja kebutuhan hari raya dan memenuhi berbagai pusat perbelanjaan. Hal tersebut berakibat shalat tarawih terlewat dan ibadah lain ikut terabaikan. 

Sebagai umat Muslim seharusnya tidak menyia-nyiakan kesempatan beramal di bulan Ramadhan, terlebih pada 10 malam terakhir. Hal ini karena ada malam yang istimewa yaitu malam Lailatul Qadar. Pahala yang didapatkan pada malam tersebut akan setara dengan pahala amalan selama seribu bulan. Allah SWT. berfirman yang artinya, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al Qadr: 1-5).

Tak seharusnya kita melewatkan malam kemuliaan ini karena sibuk mencari pakaian baru untuk berlebaran. Hal ini karena intinya dari bulan Ramadhan itu adalah mengoptimalkan amal shaleh agar meraih ketakwaan. 

Alangkah indahnya bila kita semua dapat merubah kebiasaan buruk, yang dapat mengurangi waktu kita untuk beribadah kepada Allah SWT. Kita perlu menyusun  dan memilih prioritas kegiatan yang kita rencanakan dengan baik. Semoga kita bisa benar-benar meraih kemenangan dan mencapai derajat ketakwaan. Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Ida Rosida 
(Ibu Rumah Tangga)

Posting Komentar

0 Komentar