Bagaikan Hujan Mengguyur, Banyak Pernyataan Para Tokoh Agama Semakin Ngawur


Baru-baru ini jagat media sosial dihebohkan dengan pernyataan seorang imam yang menyatakan bahwa wanita haid boleh berpuasa (news.detik.com). Hal ini pun banyak menimbulkan kontroversi di kalangan para netizen yang terlanjur melihat pernyataan imam tersebut. Walaupun penyataannya sudah dia hapus di halaman Facebooknya, namun terlanjur banyak  yang membagikan. Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai hal ini? 

Menurut Wakil Ketua MUI Anwar Abas, hadis dari Aisyah RA memang menjadi salah satu rujukan soal perempuan yang haid dalam berpuasa. Hadis dari Aisyah itu disampaikan oleh Imam Muslim. Dalam hadis itu, diceritakan bahwa Aisyah isteri nabi berkata: 
"Kami pernah kedatangan hal itu (haid), maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat." (HR Muslim). 

Dalam hadis lain juga diterangkan: "Bukankah wanita itu jika sedang haid, tidak salat dan tidak berpuasa?" Mereka menjawab, Ya." (HR Bukhari).

Pernyataan yang mengatakan bahwa wanita haid boleh berpuasa tentu itu sudah keluar dari ketetapan syariat. Karena sudah jelas dalam keterangan bahwa setiap wanita yang datang bulan diharamkan berpuasa, karena sedang dalam keadaan tidak suci/ bersih, tapi ia diwajibkan mengqadlanya di hari yang lain sesuai jumlah hari dia tidak melaksanakan puasa. Selain dilarang agama ternyata berpuasa pada saat haid juga tidak baik untuk kesehatan dan seperti yang sudah disebutkan bahwa saat haid banyak darah dikeluarkan dari dalam tubuh. Akibatnya, tubuh kehilangan banyak zat besi sehingga menimbulkan gejala lemas. Apabila seorang wanita memaksakan diri berpuasa dengan kondisi ini, berikut dampak yang perlu diwaspadai: (halodoc.com)

Pertama. Tubuh semakin lemas dan disertai pusing, akibat suplai oksigen yang rendah. 

Kedua. Nyeri dada yang menyebabkan detak jantung lebih cepat dan nafas pendek. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya suplai oksigen pada jantung yang tidak bisa dibawa oleh sel darah, akibat rendahnya zat besi dalam tubuh. Pada kondisi yang parah, gejala ini dapat menyebabkan pembengkakan jantung hingga gagal jantung. 

Ketiga. Kulit pucat serta tangan dan kaki dingin. Gejala ini menandakan bahwa kadar zat besi dalam tubuh sangat rendah, sehingga mulai mengganggu peredaran darah pada anggota gerak (tangan dan kaki). 

Keempat. Ingin konsumsi makanan tidak sehat. Pasalnya, kekurangan zat besi saat haid memicu keinginan konsumsi makanan tidak sehat. Misalnya gorengan, makanan cepat saji, minuman manis dan lainnya. 

Hikmah di balik ini semua tentu semakin menyadarkan kita bahwa pada masa ini umat dibuat semakin bingung. Banyak pernyataan ulama yang keluar dari ketetapan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kita sebagai umat harus berhati-hati dalam mengikuti mereka. Harus bisa membedakan mana ulama yang benar-benar lurus menyampaikan syariat Islam secara haq dan ulama yang berbicara tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan as-Sunah.

Hal ini akan terus berlangsung selama syariat Islam belum juga ditegakkan karena tidak adanya sosok induk yang bisa menjaga anak-anaknya. Termasuk dalam hal syariat yang menyangkut hukum halal dan haramnya suatu perkara. Di masa ini, mereka yang berilmu yang tidak tahan godaan materi akan menyampaikan dan membenarkan sesuatu menurut kepentingan mereka, meskipun itu bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan sampai mencari dalil pembenaran dari hal itu, tentu hal ini sangatlah berbahaya bagi mereka yang awam ilmu.  

Ini bukan saja pertama terjadi tentang bagaimana syariat dipermainkan sampai dibelokan, pernah  ada dalam suatu tausiyah seorang ulama yang menyatakan bahwa menutup aurat itu hukumnya tidak wajib yang penting memakai pakaian yang sopan saja. Padahal setiap suku dan ras berbeda dalam memandang bagaimana itu pakaian yang sopan. Islam sudah begitu sempurna dalam mengatur segala aspek kehidupan ini, sampai pada perkara sekecil apapun selalu ada solusi di dalam Islam.

Semoga Allah segera menegakkan kembali Islam di muka bumi ini sehingga keadilan, kedamaian dan ketaatan serta penjagaan terhadap syariah bisa kembali umat rasakan. Wallahu a'lam bishshawab. []


Oleh: Tarlina 
(Sahabat TintaSiyasi)

Posting Komentar

0 Komentar