UIY Ungkap Dua Kelompok Penting yang Berharap Jabatan Presiden Tiga Periode



TintaSiyasi.com-- Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) mengungkapkan ada dua kelompok penting yang sangat mengharapkan jabatan presiden diperpanjang hingga tiga periode.

“Inilah saya katakan, (ada) dua kelompok penting di negeri ini yang sedang berpengaruh yang sangat mengharap betul (tiga periode),” tuturnya dalam diskusi Tiga Periode Jabatan Presiden, Ada Apa? di Youtube Fokus Khilafah Channel, Ahad (28/3/2021). 

UIY mengungkapkan, kelompok yang pertama, adalah oligarki dan pemilik modal. Menurutnya, para pemilik modal merasa bahwa di rezim sekarang, segala harapan hingga angan-angan operasi bisnis mereka dapat terwujud.

“Oligarki pemilik modal yaitu merasa bahwa di dalam rezim inilah, saya mengatakan, harapan, keinginan, bahkan angan-angan operasi bisnis mereka itu bisa terwujud,” ungkapnya.

Menurutnya, contoh nyata harapan pemilik modal tersebut ialah adanya kebijakan royalti 0 persen untuk pengusaha batu bara. 

"Kapan lagi itu didapat kecuali dalam rezim ini? Kalau masih, katakalah 5 persen, 4 persen, 2 persen, atau 1 persen, itu masih ada yang masih kecil lagi. Tapi kalau sudah nol persen? Ini adalah puncak dari keinginan pengusaha," terangnya. 

Ia menambahkan, adanya peraturan baru yang mengeluarkan FABA dari limbah B3, menjadi keputusan yang luar biasa disambut gembira oleh oligarki pemilik modal tersebut karena sudah lebih dari 10 tahun mereka harapkan. Menurut Ustaz Islami, biaya pengelolaan FABA sangat besar, bisa mencapai 50 miliar hingga 2 triliun l, sehingga bila dikeluarkan dari B3, artinya tidak ada lagi kewajiban pengusaha mengelola limbah. 

"Itu artinya menambah keuntungan. Coba, kapan lagi kue-kue lezat seperti itu didapatkan kalau bukan di rezim ini? Jadi, kalau sudah enak kenapa tidak dipertahankan? Jadi, dua periode tidak cukup, tambah lagi. Logikanya begitu," imbuhnya. 

Lebih lanjut, UIY menerangkan, kelompok kedua yang sangat mengharapkan presiden tiga periode, adalah kelompok yang memiliki pemikiran sekuler radikal, yang mengidap islamofobia. Menurutnya, kelompok ini merasa rezim ini telah memenuhi harapan mereka. 

"Mereka merasa rezim ini juga luar biasa memenuhi harapan mereka tentang bagaimana negeri ini harus bersih dari apa yang bertentangan dengan nilai-nilai sekuler," ungkapnya. 

Menurutnya, yang menjadi ancaman bagi nilai-nilai sekuler adalah penerapan islam Islam kafah yang kemudian disebut oleh mereka sebagai radikalisme. Oleh karena itu, menurutnya, ketika rezim berani melakukan tindakan-tindakan tegas yang tampak dari kelompok-kelompok yang dianggap radikal, bahkan tegas melakukan penangkapan, mengeluarkan Perpres RAN PE, kemudian ada lagi SKB tiga menteri tentang pakaian seragam, dan sebagainya menandakan rezim ini telah memenuhi keinginan mereka. 

"Ini berarti rezim ini sudah luar biasa memenuhi seluruh keinginan, harapan bahkan angan-angan mereka. Jadi, bagi kelompok ini, diperlukan tugas untuk menghilangkan radikalisme ini periode yang lebih panjang lagi, tidak cukup dua periode, perlu tiga periode," ujarnya. 

Karena itu, ia menggambarkan wacana jabatan presiden tiga periode tersebut seperti adagium dalam dunia sepak bola, don't change the winning team.

"Don’t change the winning team. Itu adagium yang masuk akal. Kalau sudah menang, kenapa harus diubah? Nah, tampaknya hari ini, menghadapi situasi ini, kurang lebih adagium ini akan berlaku," pungkasnya.[] Saptaningtyas

Posting Komentar

0 Komentar