UIY: Setan Itu tidak Suka segala sesuatu yang Berbau Islam



TintaSiyasi.com-- Cendekiawan Muslim Ir. H Muhammad Ismail Yusanto, M.M., mengatakan, setan itu tidak suka sesuatu yang berbau Islam.

"Manusia itu di samping mudah memahami kebaikan dan kebenaran, juga ada ghilah, pengaruh egoisme, pengaruh setan. Ketika melihat sesuatu yang serba Islam, seperti orang kelilipan, ada benda kecil di dalam mata, dan ingin segera dibersihkan, hawanya ingin segera menghilangkannya," tuturnya dalam acara bertajuk Indonesia Mau Kemana, Ahad (28/03/2021) di kanal Youtube Ngaji Subuh.

Menurutnya, bisa diketahui, banyak orang yang tidak paham, bahkan salah paham, dakwah secara mendasar itu sempat dihambat. Selain itu, realitas menunjukkan, rakyat negeri ini punya paham yang salah.

"Paham yang salah itu apa? Paham yang salah itu adalah dia itu Muslim, tapi tidak suka Islam, ini kan aneh! Bagaimana ada orang Islam, tapi tidak suka Islam. Jika kita melihat sejarah Nabi, itu bukan hal yang aneh," paparnya.

"Nabi itu luar biasa, dari segi kepribadian, ajaran yang beliau sampaikan juga luar biasa. Tetapi kenapa orang membenci beliau?" tanyanya.

Menurutnya, sesungguhnya hal tersebut yang dihadapi umat Islam saat ini. Yaitu, keluarnya Perpres Ekstremisme (RAN PE), SKB Tiga Menteri tentang pakaian yang berkhas agama, dapat dipahami bentuk kebencian kepada Islam.

"Memang dalam SKB Tiga Menteri itu disebutkan tidak boleh dilarang (mewajibkan seragam agama tertentu). Nah, itu bagus. Tapi, disebutkan juga, tidak boleh diwajibkan. Bahkan menghimbau tidak boleh. Ini kan aneh!" ungkapnya.

Ia mempertanyakan, bagaimana bisa sebuah kebaikan tidak boleh diserukan? "Bahkan dihimbau apalagi diwajibkan?
Mestinya negara itu hadir untuk mewajibkan sesuatu yang memang baik, bukan melarangnya," tegasnya.

"Hal ini hanya bisa dipahami, jika ada basis keimanan yang benar, rasionalitas dan keikhlasan. Namun jika tidak, alih-alih mereka merespon seruan untuk kembali kepada Islam, malah justru menganggap seruan itu berbahaya. Dengan sebutan macam- macam, radikal dan sebagainya, akhirnya tokoh-tokohnya dipersekusi," pungkasnya.[] Witri Osman

Posting Komentar

0 Komentar