Prof Suteki: Penangkapan Munarman Tidak Sesuai dengan Hukum



TintaSiyasi.com-- Pakar Hukum dan Masyarakat Prof. Dr. Suteki, S.H. M.Hum., menilai, penetapan tersangka yang disertai penangkapan terhadap Munarman tidak sesuai dengan hukum.

"Penetapan Tersangka apalagi disertai dengan penangkapan dan penahanan tanpa pemeriksaan terhadap Munarman jelas tidak sesuai dengan hukum," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Rabu (28/4/2021).

Sebagai Pakar Hukum dan Masyarakat, ia menyayangkan, proses penangkapan terhadap Munarman tersebut. Menurutnya, bila dikaji dari sisi hukum acara pidana diduga kuat terdapat ketidakpatuhan aparat dalam proses penangkapan dan penetapan tersangka.

Ia mengungkapkan, dalam penangkapan itu, aparat kepolisian tidak mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 21/PUU-XII/2014. Ia mengatakan, dalam putusan MK tersebut ditegaskan bahwa Frasa ‘bukti permulaan’, ‘bukti permulaan yang cukup’, dan ‘bukti yang cukup’ dalam Pasal 1 angka 14, Pasal 17, dan Pasal 21 ayat (1) (Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHAP) harus ditafsirkan sekurang-kurangnya dua alat bukti sesuai Pasal 184 KUHAP disertai pemeriksaan calon tersangkanya, kecuali tindak pidana yang penetapan tersangkanya dimungkinkan dilakukan tanpa kehadirannya. 

"Intinya, ketika masih menjadi terduga, sebaiknya Aparat Penegak Hukum menempuh jalur ordinary, yakni melalui pemeriksaan pendahuluan sebagaimana diwajibkan oleh MK melalui Putusan MK No. 21/PUU-XII/2014," jelasnya.

Lebi lanjut, ia mengatakan, kepolisian tidak seharusnya mengambil langkah penangkapan, karena dalam (Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Terorisme, tidak mewajibkan penyidik melalui Densus 88 melakukan penangkapan. Hal ini berarti, prosedur acara pidana (due process of law)  yang diatur dalam KUHAP masih berlaku dan dapat dijalankan. 

"Sesuai dengan Putusan MK No. 21 Tahun 2014 alangkah baiknya, jika proses hukum terhadap advokat Munarman, S.H. didahului dengan proses pemanggilan mengingat ia memiliki alamat yang jelas, memiliki reputasi dalam dunia advokasi dan penegakan keadilan, lama malang melintang sebagai advokat pembela publik," punngkasnya.[] Rasman

Posting Komentar

0 Komentar