Pengamat: Ada Upaya Pemberian Simbol Tertentu kepada Umat Islam setelah Tragedi Bom Makassar



TintaSiyasi.com-- Menanggapi terjadinya ledakan bom di Makasar dan penyerangan soerang wanita ke Mabes Polri, Pengamat Politik Internasional Budi Mulyana  S.IP, M.IP mengatakan, dari kejadian-kejadian itu, ada upaya memberi kriteria tertentu kepada umat Islam melalui simbol fanatik dan radikal.

"Ada upaya untuk memberikan kriteria tertentu terhadap umat Islam dengan simbol-simbol yang dianggap fanatik atau radikal," tuturnya dalam acara Catatan Peradaban: Teror Bom Meneror Umat Islam, Jumat (2/4/2021) di kanal YouTube Peradaban Islam ID.

Hal itu ia lihat, karena ada semacam desain yang bisa ditangkap dan dilihat dari simbol-simbol yang dimunculkan atau pernyataan-pernyataan yang diungkapkan oleh pihak yang berwenang.

Ia menambahkan bahwa simbol-simbol tersebut memberikan pesan yang tersembunyi. “Fakta pengeboman itu di tujukan kepada jemaat gereja tapi justru yang menjadi sasaran dari opini yang dibangun adalah kita bisa sebut umat Islam” jelasnya.

“Penangkapan teroris di Makasar dan Jakarta, pelaku dilekatkan dengan barang bukti yang identik dengan simbol-simbol penegakan syariat Islam” tambahnya.

Ia menambahkan, isu bom dan penyerangan terhadap Mabes Polri, menguatkan isu-isu radikalisme, termasuk munculnya RAN-PE. “Peristiwa-peristiwa bom atau penyerangan belakangan ini dibandingkan dengan sebelumnya polanya ke arah sana gitu,’’ jelasnya.

Menurutnya, tanpa pengeboman dan penyerangan Mabes Polri pun, upaya untuk menguatkan isu radikalisme sudah berlangsung secara sistematis. “Tanpa itu pun regulasi itu sudah berjalan,” pungkasnya.[] Sri Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar