Perempuan Ditembak Mati Polisi, LBH Pelita Umat: Sangat Disayangkan



TintaSiyasi.com-- Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat Chandra Purna Irawan S.H., M.H., menyayangkan penembakan terhadap  perempuan yang menyerang Markas Besar (Mabes) Polri hingga tewas. “Penembakan kepada perempuan tersebut hingga mati atau meninggal dunia sangat disayangkan,” tuturnya kepada Tintasiyasi.com, Kamis (01/04/2021).

Chandra menilai sekalipun polisi diberi kewenangan untuk menembak dari peraturan Kapolri, namun bukan berarti bebas menembak sampai mati. “Menembak diupayakan sebagai jalan terakhir yang tidak memungkinkan ada jalan lain,” ujarnya.

Menurutnya, penjahat tidak untuk dimatikan, tapi dilumpuhkan untuk dilakukan tahap penyelidikan, penyidikan dan proses persidangan. “Dengan ditembak mati maka tidak dapat diperoleh informasi lebih jauh atas tindakan yang dilakukan perempuan tersebut apakah murni kriminal, atau disuruh atau ada maksud lainnya,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, juga tidak dapat diproses sebagaimana ketentuan pidana yang berlaku. “Proses hukum tersebut merupakan cerminan dari asas praduga tak bersalah dan memberikan kesempatan bagi pihak yang dituduh dalam hal ini perempuan tersebut untuk melakukan pembelaan secara adil dan berimbang (due process of law),” paparnya.

Kendati demikian, Chandra turut mengecam segala bentuk tindakan kekerasan. “Siapapun yang melakukan nya dan dengan alasan apapun, tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan,” pungkasnya. [] Achmad Mu’it

Posting Komentar

0 Komentar