Minta Semua Agama Isi Doa, Direktur Pamong Institute: Menag Gagal Paham



TintaSiyasi.com-- Menanggapi wacana yang disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terkait pembacaan doa semua agama dalam mengisi setiap acara di Kementerian agama, Direktur Pamong Institute Drs. Wahyudi al-Maroky, M.Si, menilai, Menag gagal paham. "Menag gagal paham (atas) tugas pemerintahan yang baik," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Kamis (8/4/2021).

Ia menegaskan, tugas pemerintahan itu melindungi rakyat, mencerdaskan dan menyejahterakan. "Bukan malah mengatur urusan doa yang menjadi ranah ajaran agama dan menjadi wilayah kebebasan setiap pemeluk agama yang dijamin konstitusi negara," bebernya.

Menurutnya, pemerintah semestinya tidak mencampuri urusan doa dan ibadah. "Pemerintahan yang baik mestinya mengurusi rakyat dengan membuat kebijakan yang bisa menciptakan suasana kondusif dan nyaman bagi masyarakat, untuk menjalankan ajaran agama masing-masing dan rakyat jadi sejahtera karena diurus pemerintah dengan baik," jelasnya.

Ia mengatakan, bukan malah mengurusi doa yang masuk ranah ibadah dan ajaran agama masing-masing. "Patut diduga keras pernyataan Menag itu terkait dengan upaya moderasi agama," tegasnya.

Menurutnya, ada indikasi ingin masuk ranah ajaran agama dan menyesuaikan ajaran agama sesuai keinginan kaum sekuler liberal. "Dan sayangnya kebanyakan yang dipersoalkan adalah ajaran Islam, karena patut diduga mereka terpapar virus islamofobia. Takut terhadap ajaran islam, lalu benci dan memusuhinya," paparnya.

Menurutnya, umat Islam mesti membentengi diri dari pengaruh paham sekuler liberal yang akhir-akhir ini cenderung jadi sekuler liberal yang radikal. "Memaksakan gagasan mereka dengan segala cara," imbuhnya.

Ia menyarankan, agar umat Islam mesti semakin kuat menjaga akidah mereka dengan tetap menjaga toleransi tanpa mencampuri urusan doa dan ibadah agama lain.

Ia menjelaskan, empat belas abad lalu Islam sudah menegaskan dan mengajarkan, bagaimana urusan toleransi terhadap ajaran agama lain. "Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Kafirun. Jadi, untuk urusan toleransi belajarlah pada Islam," pungkasnya.[] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar