Ledakan Gereja Katredal Makasar, HNW: Umat jangan Mau Jadi Mainan



TintaSiyasi.com-- Menanggapi terjadinya ledakan bom di depan Gereja Katedral, Ahad (28/03/2021), Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, Lc. M.A (HNW) menghimbau, supaya umat tidak menjadi mainan peristiwa seperti itu.

“Penting juga untuk diingatkan, umat jangan mau dipakai untuk jadi mainan karena anda bukan mainan, anda adalah hamba-hamba Allah yang utama," tuturnya dalam acara Insight ke-4: Bom Makasar dan RUU Perlindungan Tokoh-Simbol Agama, Sabtu, (30/3/2021) di kanal Youtube Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD).

Ia menegaskan, dengan adanya kenaikan anggaran serta penambahan kewengangan (Badan Intelijen Negara) BIN dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) seharusnya, masalah yang berkaitan dengan terorisme sudah terselesaikan.

“Terselesaikan dalam dalam konteks hukum yang berkeadilan, secara prefentif itu semua bisa dicegah dan tidak terjadi masalah yang kemudian menghadirkan kehebohan-kehebohan,” imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa agama Islam dan agama manapun tegas melarang terjadinya tindakan terorisme.

“Islam dan agama mana pun sesungguhnya melarang itu semuanya. Jadi sesungguhnya yang dilakukan oleh mereka itu justru melanggar ajaran agama bukan sedang melaksanakan ajaran agama,” tambahnya.

Ia mengingatkan, pihat terkait yang sedang bermain supaya mengingat kematian. “Yang membikin mainan ya ingat saja bahwa bahwa kekuasaan itu tidak langgeng mungkin akan berganti rezim, anda juga bisa mati, dan kalau anda mati anda akan mempertanggung jawabkan seluruh kezaliman-kezaliman yang anda lakukan nanti dihadapan pengadilan Allah yang maha adil," bebernya.

Ia mengatakan, pentingya masyarakat untuk menyuarakan kebenaran. “Sangat penting kita semuanya menyuarakan kebenaran, menyuarakan kebaikan, mengkoreksi beragam hal yang tidak benar, mudah-mudahan dengan cara itu maka secara publik kita juga sudah menyampaikan apa yang mesti dilakukan, pertanggungjawaban keagamaan kita juga sudah menjadi jelas pertanggung jawaban, legal dan konstitusioanal juga sudah kita lakukan," pungkasnya.[] Sri Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar