Bom Bunuh Diri Makassar, Waspada Upaya Pecah Belah dan Adu Domba


Aksi bom bunuh diri kembali terjadi. Peristiwa ini terjadi pada Minggu 28 Maret 2021 di Gereja Katedral Kota Makassar. Diketahui sebelumnya, pelaku bom berboncengan menggunakan kendaraan roda dua jenis sepeda motor matic dengan plat nomor DT 5984 MD sekitar pukul 10.20 WIT. Mereka hendak masuk gerbang gereja, namun dihentikan oleh petugas keamanan gereja. Tak berselang lama terjadilah aksi bom bunuh diri pukul 10.30 WIT. Kadiv Humas menyebutkan pelaku berjumlah dua orang. Bom itu juga menyebabkan 14 orang mengalami luka berat dan ringan. Mereka masih dalam perawatan dan sedang ditangani oleh dokter.

Presiden Joko Widodo menjelaskan terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak ada kaitan dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya. Terkait dengan aksi teror, Jokowi sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan pelaku dan membongkarnya hingga ke akarnya. Menkopolhukam Mahfud MD pun mengutuk kejadian ledakan tersebut. 

Melakukan bunuh diri dengan meledakkan bom merupakan gerakan yang harus dikecam dengan keras. Selain itu, peristiwa ini jangan sampai memalingkan perhatian umat dari berbagai kezaliman yang terjadi saat ini akibat rezim sekuler kapitalis. Jangan sampai setiap peristiwa yang diklaim sebagian tindakan terorisme, dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan mereka. Umat pun harus waspada setiap upaya memecah belah dan adu domba antar kelompok atau umat beragama.

Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengambil tindakan tegas. Serius dalam memberantas jaringan terorisme. Jangan sampai terjadi kembali hingga meresahkan dan merugikan masyarakat.

Islam melarang tindakan bunuh diri dan teror, karena tindakan teror semacam itu merupakan perbuatan tercela yang jelas-jelas menyalahi syariat Islam. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk melakukan kekerasan seperti bunuh diri, membunuh orang lain tanpa hak, merusak milik pribadi dan fasilitas umum apalagi tindakan ini menimbulkan korban jiwa.

Dalam sistem Islam, kafir dzimmi atau kafir yang tinggal dalam wilayah khilafah akan mendapatkan perlindungan dan jaminan keamanan. Haram melukai dan membunuh mereka tanpa hak.

Kaum Muslim tidak boleh tertipu oleh omong kosong perang melawan terorisme yang digembor-gemborkan oleh Barat. Nyatanya mereka selalu menyematkan terorisme dengan Islam dan ajaran jihad. Keberpihakan penguasa terhadap Barat dan musuh Islam tentu amat melukai hati umat.

Bagaimana bisa mengaku mengurusi umat sementara mereka sendiri bersekutu dengan para penjajah. Takutlah terhadap azab Allah  di akhirat. Perbuatan mereka semasa di dunia akan dimintai pertanggungjawaban di pengadilan yang Maha Adil.

Dengan ini umat Islam tidak boleh diam saja dan mendukung setiap kezaliman penguasa. Sungguh umat membutuhkan pemimpin yang akan menerapkan sistem Islam. Dengannya, umat Islam akan terbebas dari kezaliman dan menyebarkan rahmat bagi semesta alam. Wallahu a'lam bishshawab.[]

Oleh: Ida Rosida
(Ibu Rumah Tangga & Aktivis Muslimah)

Posting Komentar

0 Komentar