Bentuk Satgas BLBI, Rocky Gerung: Ikan Besarnya Sudah Lolos, Kenapa Jaring Baru Dipasang?



TintaSiyasi.com-- Menanggapi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2021, Rocky Gerung mempertanyakan, ibarat ikan besar yang jadi sasaran sudah lolos, kenapa jaringnya baru dipasang. 

“Ikan besarnya udah lolos, kenapa jaringnya baru dipasang, gitu kan? Jadi, kira-kira begitu berpikirnya,” ujarnya dalam acara bertajuk Bentuk Debt Collector BLBI, di Istana sedang saling Amputasi, Sabtu (10/04/2021), di kanal Youtube Rocky Gerung Official. 

"Setelah tersangka kasus BLBI Syamsi Nursalim dilepaskan, kenapa sekarang muncul satgas untuk menagih itu? Syamsi Nursalim adalah ibarat satu ikan besar yang akan ditangkap, lolos duluan, lolos, kok tiba-tiba ada jaring dipasang?" tambahnya.

Ia melihat, kasus tersebut bukan hanya dari segi konsekuensi hukumnya saja, tetapi lebih kepada latar belakang politiknya. Ia merasa aneh, ealah satu orang yang bermasalah dalam kasus BLBI yaitu Syamsi Nursalim dilepaskan dari tuntutan hukum. "Kita seolah-olah dihadapkan pada semacam disorientasi di dalam membaca isi dari Keppres itu,“ kata dia. 

Ia menjelaskan, memang ada upaya dari awal untuk mencari atau mengusut ulang pelaku yang membandel soal BLBI. Karena, hal itu akan jadi beban anggaran negara. Selain itu, negara harus bayar terus, sehingga banyak yang panik.

“Kalau semua diambil, itu berarti akan terbongkar konglomerat-konglomerat tertentu yang memang dekat dengan kekuasaan. Maka dicarilah akal. Oke, kita akan sapu semua, tetapi ada beberapa yang harus dipastikan tidak terjaring," duganya. 

"Jadi, memang, kecurigaan akademis saya, melepaskan Syamsi Nursalim bukan karena apek hukum, tapi karena aspek kekuasaan yang besar,“ jelasnya lagi. 

Ia mengibaratkan, kasus yang menimpa Syamsu Nursalim di BLBI seperti seseorang yang membuat jaring untuk menangkap. Tapi, bagian kanan jaring diberikan lobang yang besar, sehingga ikan besarnya lolos, dan ikan-ikan kecil saja yang tertangkap oleh satgas atau yang diistilahkan olehnya sebagai debt collector

Rocky menyatakan, terpaksa harus berpikir demikian, karena sulit untuk meyakini kinerja yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan kasus korupsi BLBI. 

Pemerintah dalam hal ini rezim Jokowi, sudah mencoba dengan cara mengeluarkan kebijakan tax amnesty, menurutnya, mereka juga yang telah gagal. Kini, ia menyaksikan, pemerintah seakan-akan mau mengulangi dengan cara seolah-olah koruptornya lebih dikejar.

“Lho, apa kurangnya dulu Sri Mulyani tiap hari ngomong itu. Ia kan juga debt collector negara. Sri Mulyani pulang ke Indonesia diangkat jadi Menkeu agar bisa melakukan itu. Itu pun gagal. Ya, kalau pun ada prestasi, kemungkinan hanya 10 persen saja,“ ungkapnya. 

Ia khawatir, jika sebagian hasil korupsi uang negara yang dilepaskan dari jerat hukum tersebut, sudah berubah jadi investasi di luar negeri yang diselundupkan melalui berbagai macam pemutihan keungan seperti money laundry

Ia mengatakan dugaannya, jangan-jangan hasil korupsi tersebut ditanamkan untuk kroni-kroni kekuasaan yang digunakan membiayai pemilu 2024 nantinya.

“Jadi, seluruh kecurigaan kita ada di situ. Nah, sebetulnya, pahamlah soal-soal gituan. Lepaskan dulu yang besar, karena yang besar sudah setor duluan dan yang kecil diancam supaya nyetor lagi. Kira-kira begitu,” tandasnya.[] M. Siregar

Posting Komentar

0 Komentar