Bandera Islam Tak Masuk Draf Kamus Sejarah tapi Korannya Komunis Ada, Hmmm…

TintaSiyasi.com-- Selain tidak memuat entri tokoh Islam KH Hasyim Asy’ari, draf Kamus Sejarah Indonesia (KSI) Jilid I juga tidak memuat entri surat kabar Bandera Islam (1924-1927) yang didirikan Oemar Said Tjokroaminoto dan tokoh-tokoh Islam lainnya. 

Padahal koran yang diterbitkan di Yogyakarta tersebut sangat vital perannya dalam memberitakan perjuangan Komite Khilafah (Comite Chilafat) untuk menegakkan kembali kepemimpinan umum kaum Muslim sedunia yang baru saja runtuh pada 3 Maret 1924 di Turki. 

Sumber gambar: Sejarawan Septian AW

Komite Khilafah didirikan kaum Muslim dari berbagai ormas Islam yang ada di Hindia Timur (Hindia Belanda/sekarang Indonesia) yakni Sarekat Islam, Muhammadiyah, cikal bakal Nahdlatul Ulama dan lain-lain. 

Aneh kan? Koran berhaluan Islam yang berperan sangat penting memberitakan perjuangan politik Islam saat itu tidak dimuat draf KSI I? Tapi sebaliknya, entri surat kabar politik berhaluan komunis, ada. Salah satunya dengan entri Toejoean Rakjat. Koran tersebut didirikan oleh murtadin Amir Sjarifoeddin Harahap (Amir Syarifudin) pada Oktober 1938. 

Sumber gambar: Sejarawan Septian AW

Amir yang digadang-gadang menjadi Perdana Menteri Republik Soviet Indonesia tersebut dihukum mati setelah Pemberontakan PKI pada September 1948 di Madiun gagal. 

Kok bisa begitu? Hmmm… banyak yang menduga ini ulah para komunis. Tapi, yang pasti upaya penguburan dan pengaburan sejarah perjuangan Islam terus menerus dilakukan sejak kafir penjajah Belanda menduduki berbagai kesultanan di Nusantara hingga detik ini. Pelakunya? Ada yang penjajahnya langsung, ada pula antek-anteknya, baik yang sekuler maupun yang komunis.  

Sumber: tangkapan layar pdf draf Kamus Sejarah Indonesia (KSI) jilid I

Oh iya, hampir terlewat, mungkin ada yang bertanya, apakah Komite Khilafah masuk entri draf KSI Jilid I? Jangan harap! KH Hasyim Asyari saja enggak masuk, apalagi Komite Khilafah yang sudah dikubur dalam-dalam oleh kurikulum pendidikan berbagai sekolah di negeri ini sejak dulu. 

Tapi jangan lupa, setelah diprotes banyak pihak, draf KSI ini ditarik kembali dan rencananya akan direvisi dengan memasukan entri KH Hasyim Asyari. Mestinya, kaum Muslim dengan berbagai ormas Islamnya juga kompak protes agar entri Bandera Islam dan entri Komite Khilafah juga dimasukan ke dalam KSI yang akan diterbitkan nanti. 

Karena bagaimanapun juga itu merupakan peristiwa sejarah yang penting, bahwa dulu ormas Islam kompak berjuang menegakkan kembali khilafah dan dalam waktu yang bersamaan ada Bandera Islam yang setia memberitakannya.[]


Oleh: Joko Prasetyo 
Jurnalis
Depok, 11 Ramadhan 1442 H | 23 April 2021 M

Posting Komentar

0 Komentar