Virus B117 dan Hilangnya Kepercayaan kepada Negara


Tidak lama ini wakil menteri kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono mengatakan mutasi virus Corona dari Inggris B117 telah masuk ke Indonesia setelah satu tahun pandemi Covid-19.  (kompas.com)

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa varian virus B117 penyebarannya lebih cepat dari Covid-19 dan sedikit lebih mematikan dari virus sebelumnya.

Meskipun pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir dengan varian virus B117. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri semakin membuat masyarakat panik dan khawatir dengan adanya kemunculan varian virus B117. Apalagi seperti pernyataan dr. Haryanto Utama. SpPD. Yang mengatakan "semakin tidak terkontrolnya Covid-19 maka akan ada kecenderungan virus B117 termutasi." 

Masyarakat juga melihat bahwa selama setahun ini penanganan Covid-19 tidak menuai hasil yang maksimal. apalagi setelah merasakan kekecewaan dengan kebijakan pemerintah yang cenderung tumpang tindih dan terkesan labil dalam penanganannya. Sampai hastag indonesiaterserah beberapa bulan yang lalu sempat memenuhi jagad dunia sosial media. 

Penyebaran Covid-19 tidaklah main-main. Terbukti sebanyak 3,65 juta nyawa manusia di seluruh negeri hilang dalam waktu yang singkat. Terutama di Indonesia yang jumlah kematiannya mencapai 38.329 nyawa. Bahkan tak bisa dipungkiri, adanya vaksin belum tentu bisa menjamin mampu melawan varian virus B117. 

Hal inilah yang semakin membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kian rendah. Solusi yang diambil tidak pernah mampu memberikan penyelesaian yang menyeluruh bahkan terkesan meremehkan. Karena semua kebijakan pemerintah hanya memberikan untung bagi para pemilik modal saja. Pemerintah tidak lagi menjadi pelindung bagi rakyat, yang mampu menjamin keamanan, ketahanan dan kenyamanan hidup rakyatnya. 

Maka, umat butuh solusi yang mampu memberikan jaminan penghidupan yang layak dan semestinya. Umat juga butuh solusi mengatasi pandemi Covid-19. Tidakkah ada jalan lain yang memberikan secercah harapan bagi masyarakat berakhirnya pandemi Covid-19?

Satu-satunya jalan dengan kembali pada pengaturan Sang Khaliq, yaitu jalan yang membawa umat berada pada posisi  seharusnya, dengan mendapatkan jaminan keamanan, ketahanan dan kenyaman hidup dalam bernegara.

Maka dengan Islam dan Khilafah menjamin umat dalam mengatasi problem kehidupan.  Khilafah akan menjamin adanya kerjasama yang baik antar penguasa dengan rakyat. Penguasa tidak akan bertindak sewenangnya dalam memberikan solusi. Penguasa dengan sepenuh hati memberikan pelayanan yang terbaik untuk umat dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya. Hadirnya penguasa yang taat syariah akan menjadi langkah preventif dalam penyelesaian pandemi. Sebab negara meri'ayah rakyatnya dengan sungguh-sungguh dan memposisikan negara sebagai pelayan umat.

Penguasa akan menggandeng para pakar ahli dan ilmuwan-ilmuwan untuk bekerjasama mencarikan solusi terbaik dalam penanganan virus. Penguasa juga tidak akan lalai dengan tugasnya untuk tetap memberikan keamanan, ketahanan, dan kenyamanan bagi rakyatnya. Baik dari segi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lainnya. Karena itulah tugas penguasa yang memiliki amanah besar terhadap keberlangsungan rakyatnya terutama ketaatannya pada syariah.

"Imam/Khalifah adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang dia urus" (HR. Muslim dan Ahmad).

Wallahu a'lam bish-shawwab.[]

Oleh: Dewi Rosita
(Mahasiswi Kampus Jember)

Posting Komentar

0 Komentar