Tim Advokasi: Keadilan Persidangan Gus Nur Jauh Panggang dari Api



TintaSiyasi.com-- Menanggapi proses persidangan Ustaz Sugi Nur Raharja (Gus Nur), Tim Advokasi Gus Nur, Ahmad Khozinudin, S.H., mengatakan, keadilan dari persidangan kliennya sangat jauh panggang dari api.

“Dalam pembacaan pledoi ini kami ingin publik ikut menjadi jurist, ikut menjadi hakim, ikut mengadili, ikut memberikan keputusan pada persoalan atau kasus yang dialami klien kami, di tengah-tengah harapan keadilan dari peradilan atau persidangan itu sangat jauh panggang dari api,” ungkapnya dalam Konferensi Pers dan Pembacaan Nota Pembelaan di Youtube Dakwah Giri, Ahad (28/3/2021).

Menurutnya, pembacaan pledoi secara online tersebut sebagai bentuk protes terhadap persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang tidak pernah menghadirkan terdakwa. Padahal menurutnya, Gus Nur (terdakwa) harusnya dihadirkan di persidangan dalam keadaan bebas.

“Padahal menurut KUHAP, terdakwa harus dihadirkan dalam keadaan bebas. Dan kalau alasannya peraturan nomor 4 tahun 2020, juga tidak diatur tentang harus online, yang ada, (justru) di ketentuan pasal 2 itu harus hadir di persidangan,” tegasnya.

Ia menyampaikan, pihaknya juga sudah mengajukan surat protes sebagai tindak lanjut dari aksi walk out. Menurutnya, pembacaan pledoi secara online tersebut sebagai bentuk pembelaan hukum pada akhir proses persidangan.

“Ini adalah tindak lanjut dari aksi walk out. Meskipun kami walk out, kami tidak menelantarkan kewajiban kami untuk membela klien. Yakni, untuk memberikan pembelaan hukum pada purna atau akhir dari proses persidangan, yakni pembacaan nota pembelaan," terangnya. 

Ia juga menyampaikan, keinginan agar publik ikut mengawasi kasus yang menimpa Gus Nur dan bisa memahami lebih lanjut objek perkara dan hal-hal yang berkaitan dengan kasus tersebut. Ia menegaskan, Gus Nur telah diperlakukan secara tidak adil dan tidak mendapatkan haknya.

“Kami tegaskan sejak awal bahwa Gus Nur diperlakukan tidak adil tidak mendapatkan haknya, bahkan diperiksa sebagai terdakwa tanpa didampingi tim pengacara dan kami juga tidak bisa hadir di persidangan karena fungsi dari advokat adalah mendampingi terdakwa. Kalau terdakwanya tidak ada, apa yang mau didampingi, kan begitu,” pungkasnya.[] Saptaningtyas

Posting Komentar

0 Komentar