Terungkap 144,5 ton Ganja dari 12 hektar Ladang, Dr. Ryan: Potret Kelemahan Hukum Indonesia



TintaSiyasi.com-- Menanggapi terungkapnya 144,5 ton ganja dari 12 hektar ladang di Mandailing Natal Sumatera Utara, Indonesia Justice Monitor Dr. Riyan menyatakan, hal itu potret kelemahan sistem hukum Indonesia.

“Saya katakan bahwa ini adalah bagian dari potret kelemahan sistem hukum kita,” tuturnya dalam acara Kabar Malam: Darurat Narkoba, 144,5 ton dan 12 hektar Ladang Ganja, Rabu (10/3/2021) di YouTube News Khilafah Channel

Menurutnya, darurat narkoba bagaikan fenomena gunung es, artinya yang terlihat hanya permukaannya saja, sementara yang berada dibawah tidak terlihat. Hal itu mengindikasikan, masih tersimpan sekian banyak persoalan yang sangat serius yang terkait dengan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

“Saya kira kalau melihat fakta ini kan tidak mungkin berjalan secara individu atau hanya sekelompok kecil begitu ya apalagi kemudian dengan penemuan 144 ton dengan adanya 12 hektar ini kan menunjukkan baru satu daerah saja, dalam beberapa data yang lain bahwa banyak sekali di daerah-daerah lain juga ditemukan hal yang sama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, memang di Indonesia bukan hanya sekadar menjadi transit saja. Ia menduga sekarang ini, Indonesia bisa menjadi bagian dari jejaring, mulai dari produksi sampai kemudian distribusi. "Artinya apa? kalau bicara dari hulu sampai ke hilir, maka kita akan mendapati banyak pihak yang terlibat," tegasnya.

Ia menilai, perlu adanya pemikiran ulang untuk adanya sistem hukum yang bisa secara efektif dan juga efisien yang berdampak secara luas, "agar hukuman yang dilakukan itu benar-benar akan memberikan efek jera dan dalam konteks perspektif Islam tentu saja itu nanti bukannya di dunia dan di akhirat."

Menurutnya, Islam sangat tegas mengatakan, mengkonsumsi dan mendistribusikan narkotika adalah perbuatan yang terlarang. Ia menerangkan, dalam Islam ada yang disebut dengan sistem pencegahan dan upaya untuk mencegah. Hal itu, dilakukan dengan melalui sistem pendidikan dengan melakukan sosialisasi secara menyeluruh terhadap bahaya narkoba sebagai sesuatu yang sifatnya memang berbahaya.

Ia menjelaskan, sistem hukum Islam ditegakkan atas tiga pilar. Pertama, individu yang memiliki ketakwaan kepada Allah SWT. Kedua, masyarakat yang melakukan amar makruf nahi mungkar. Ketiga, negara yang akan menegakkan hukuman.

“Hukum islam itu tidak hanya sekedar pada aspek yang sifatnya duniawi saja, tapi juga memberikan hukuman yang adil dan itu berdampak lebih luas dalam akhirat, sehingga orang yang pelakunya juga nanti tidak akan kembali dituntut,” tandasnya.[] Aslan La Aslamu

Posting Komentar

0 Komentar