Tanggapi Persidangan HRS, Direktur HRS Center: Sudah Jelas Ini Delik Politik



TintaSiyasi.com-- Direktur HRS Centre Assoc. Prof. Dr. Abdul Chair Ramadhan S.H., M.H mengatakan bahwa persidangan Habib Rizieq Shihab itu jelas delik politik.

“Bagi saya dan kawan-kawan ini, sudah jelas ini delik politik,” ujarnya dalam FGD #23 Pusat Kajian dan Analisis Data: Persidangan HAERES dan Surat Edaran KPI, Sabtu (27/2/2021), di kanal YouTube PKAD.

Ia menduga, semua itu sudah didesain, HRS (Habib Rizieq Shihab) harus melewati masa pidana melewati tahun 2024.

“Kalau saya melihat disini, patut diduga Habib Rizieq itu by desain, sehingga yang bersangkutan harus menjalani masa pidana melewati tahun 2024, itu yang patut kita cermati dan ini bukan hanya persoalan hukum,” ujarnya.

“Ini patut diduga juga, ada kaitannya dengan kepentingan Pilpres tahun 2024,ditambah lagi dengan adanya kebijakan yang membatasi melarang kerumpunan dengan alasan pandemi covid 19, terlebih lagi ada wacana presiden 3 periode dan ada indikasi potensi calon tunggal. Ini semua berhimpun dalam rangka agenda politik tahun 2024,” bebernya.

Ia menjelaskan, tujuan HRS dikriminalisasi seperti itu supaya tidak mampu lagi memobilisasi umat untuk mengoreksi kedzaliman rezim.

“Oleh karena itu, HRS sebagai imam besar tidak lagi mampu memobilisasi aksi umat sebagaimana yang telah dilakukan dengan spektakuler yang dikenal dengan aksi 212, ini ada kepentingan disitu itu,” jelasnya.

Dalam persoalan hukum, ia menerangkan tidak ada delik pidana sama sekali dalam kasus HRS itu, karena pasal yang lain tidak bersentuhan alias dipaksakan.

“Kalau persoalan hukum sudah selesai, no case tidak ada delik pidana tidak ada sama sekali, delik apa yang menjadi dasar untuk mengkriminalisasi Habib Rizieq, tidak ada delik pidana dalam PSBB dan protokol kesehatan. Pasal yang lain tidak bersentuhan, tidak nyambung alias dipaksakan,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu

Posting Komentar

0 Komentar