Referendum Pelarangan Cadar Swiss, Dosol Uniol 4.0: Rangkaian Agenda Barat dalam 'War on Radicalism'



TintaSiyasi.com-- Di balik agenda referendum pelarangan cadar di Swiss, Dosen Online Universitas Diponorogo Ika Mawarningtyas mengungkapkan, pelarangan itu bagian dari agenda Barat, yaitu, war on terrorism dan war on radicalism.

"Pertama, pelarangan itu adalah rangkaian dari agenda Barat dalam war on terrorism dan war on radicalism," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Rabu (17/3/2021).

Menurutnya, kedua, ada upaya pembingkaian kepada Muslimah bercadar atau burka dengan narasi ekstremisme, radikalisme, bahkan terorisme. Ketiga, bagian dari islamofobia.

"Keempat, wujud kekalahan intelektual Barat. Kelima, perkembangan dakwah Islam di Barat semakin masif dan tak terbendung," tegasnya.

Ia mengungkap, dampak dari pelarangan cadar tersebut adalah, pertama, dapat memicu ketakutan dan aksi main hakim sendiri. Kedua, adanya legitimasi atau pembenaran oleh negara, bahwa cadar atau burka adalah simbol ekstremisme. 

"Ketiga, kampanye pelarangan cadar akan dilanjutkan oleh Barat di negeri-negeri lainnya, termasuk negeri-negeri Muslim. Dengan memboncengi narasi radikalisme dan ekstremisme, mereka suarakan pelarangan cadar dan dikhawatirkan hal itu memicu diskriminasi kepada Muslimah berhijab," ujarnya.

Ia mengutip dari Syekh An-Nabhani dalam kitabnya mengingatkan, adanya upaya oleh musuh-musuh islam untuk selalu mengangkat topik ini untuk menyerang Islam dan ajarannya. 

"Salah satunya dengan mengangkat tentang hijab dan cadar. Baik yang mewajibkan atau mengatakan cadar sunah adalah pendapat yang Islami. Syekh An-Nabhani mengambil pendapat cadar wajib bagi istri Nabi Muhammad Saw, dan mubah untuk Muslimah," pungkasnya. [] Munamah

Posting Komentar

0 Komentar