Prahara Partai Demokrat, Pengamat Politik: Bentuk Cacat Demokrasi



TintaSiyasi.com-- Menyorot prahara Partai Demokrat terkait pelaksanaan Konferensi Luar Biasa (KLB) oleh kubu Moeldoko, Pengamat politik Tony Rosyid menilai dari sisi moral politik, hal itu bisa menjadi persoalan serius dan bisa dijadikan sebagai bentuk cacat demokrasi.

"Dari sisi moral politik, memang ini menjadi persoalan serius bagi masa depan demokrasi. Menurut saya, ini bisa dijadikan sebagai bentuk cacat demokrasi kita," tuturnya dalam (Live) PKAD-FGD #22: Prahara Demokrat, Kekuasaan atau Kemuliaan? Ahad (14/03/2021), di kanal YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD).

Ia mengatakan, telah terjadi sebuah pelanggaran terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) oleh kubu Moeldoko, Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB sekaligus Kepala Staf Kepresidenan. "Ini yang kita khawatirkan, akhirnya menjadi tren di masa yang akan datang," tandasnya.

Lebih lanjut, karena tidak mudah untuk menaikkan branding sosok Moeldoko, maka diperlukan sebuah kendaraan berupa partai yang menurutnya bisa menaikkan elektabilitas seseorang. "Oleh karena itu dengan adanya kendaraan, relatif lebih bisa untuk menaikkan elektabilitas diri," tambahnya.

Di sisi lain, ia juga meyakini Moeldoko tidak bergerak sendiri. Karena di saat bersamaan, Moeldoko mempunyai jabatan yang melekat di dalam kekuasaan negara. "Pak Moeldoko ketika melakukan apapun, pasti sudah bicara dengan banyak pihak, pasti sudah minta pendapat berbagai pihak, pasti sudah sharing gagasan dengan berbagai pihak," pungkasnya. []Zainul Krian

Posting Komentar

0 Komentar