Prahara Partai Demokrat, Analis Senior PKAD: Menggambarkan Peristiwa 'Hostile Take Over'



TintaSiyasi.com-- Menanggapi prahara yang terjadi dalam partai demokrat, Analis Senior PKAD Fajar Kurniawan mengatakan istilah hostile take over (akuisisi secara paksa atau pembajakan) tepat untuk menggambarkan peristiwa tersebut.

Hostile take over ini merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan peristiwa partai demokrat,” tuturnya dalam acara FGD Online #22: Prahara Demokrat, Kekuasaan atau Kemuliaan? di kanal YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data, Ahad (14/03/2021).

Menurutnya, istilah yang akrab di dunia bisnis ini, menggambarkan proses pengambil alihan bisnis secara kasar, secara paksa, tak beradab dan tak beretika.

Hostile take over sendiri mewakili perilaku yang serakah, tidak etis, tidak mempunyai akhlak,” ungkapnya.

Ia menilai, kondisi ini telah menghilangkan persepsi dan harapan terhadap politik yang seharusnya.

“Kalau di dalam politik maka ini sesungguhnya menghilangkan presepsi kita atau harapan kita terhadap sebuah kondisi politik yang seharusnya di kelola dengan penuh kesantunan, dikelola dengan mengedepankan etika dan akhlaquul karimah,” jelasnya.

Menurutnya, politikus merupakan para negarawan dimana mereka tak memiliki ambisi pribadi, melainkan berambisi untuk memajukan kepentingan umum, mengurusi urusan rakyat, tanpa mendahulukan kepentingan pribadi dan kelompok.

“Politikus harusnya bukanlah kumpulan para petualang politik, yang kemudian menghalalkan segala cara, tadi mengabaikan etika, mengabaikan kesantunan dan akhlak sehingga kemudian menjadi tega melakukan tindakan-tindakan kotor, culas dan bahkan cenderung menjijikan,” pungkasnya.[] Aprilia Soga

Posting Komentar

0 Komentar