PGI Minta Menag Revisi PAI, Jurnalis: Ada Upaya Menjauhkan Kaum Muslim dari Akidahnya



TintaSiyasi.com-- Menanggapi alasan PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia) surati Menteri Agama (Menag) agar merevisi buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan dalih kerukunan dan toleransi, Jurnalis Tabloid Media Umat Joko Prasetyo mengatakan, patut diduga ada upaya menjauhkan kaum Muslim dari akidah Islam. 

"Berupa dalih saja soal kerukunan dan toleransi. Tapi, patut diduga tujuannya adalah agar umat Islam jauh dari akidah Islam," tuturnya dalam Kajian Bincang Media Umat edisi ke-20: PGI Offside di kanal YouTube Follback Dakwah, Senin (22/3/2021).

Menurut Om Joy, sapaan akrabnya, mereka (kaum kufar) telah mengintervensi umat Islam, agar tidak mengajarkan agama Islam terkait kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT, termasuk Taurat dan Injil dengan dalih kerukunan dan intoleransi.

Ia menduga, terlihat keinginan PGI agar akidah Islam tidak diajarkan di sekolah. "Jadi, kalau sekolah tidak mengajarkan hal itu (akidah Islam) di mata pelajaran agama Islam bagi siswa-siswi Muslim di sekolah-sekolah. Itu semakin menegaskan inginnya PGI itu, Indonesia semakin sekular. Yaitu, semakin memisahkan negara dari agama, khususnya Islam," paparnya. 

Ia mengungkapkan, Islam mewajibkan ajaran Islam diterapkan secara kafah, baik secara individu, kelompok, maupun negara. "Kafah itu seluruh aturan bernegara, termasuk masalah pendidikan, pergaulan, politik, hubungan luar negeri, dan lain-lain, harus juga diatur menggunakan aturan Islam," katanya. 

Menurutnya, Islam juga mengatur bagaimana memperlakukan non Muslim di negara Islam tersebut. "Tidak memaksa mereka masuk agama Islam. Juga, menghormati mereka beribadah, artinya mereka beribadah tidak diganggu," bebernya.

Ia melanjutkan, insitusi negara Islam (khilafah) menjaga harta, nyawa, kehormatan baik Muslim maupun non Muslim dari gangguan siapa pun. Selain itu, negara memberikan pendidikan dan kesehatan secara gratis. "Hal itu dilakukan oleh negara Islam. Jadi, ketika syariat Islam ditegakkan artinya hal itu pun ditegakkan," pungkasnya.[] Sri Astuti

Selengkapnya simak di YouTube Follback Dakwah

Posting Komentar

0 Komentar