PGI Keberatan Isi Buku PAI dan Minta Menag Merevisi, Kristolog Ini Buka Suara



TintaSiyasi.com-- Tanggapi Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom yang keberatan dengan isi buku pelajaran 'Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti' Kelas XI SMA dan meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merevisinya, Kristolog Ustaz Abu Deedat Shihabuddin buka suara, justru umat Islam yang mestinya banyak keberatan.

"Kalau bicara dogma tentu kita (lebih) banyak keberatannya. Misalnya, berbicara tentang Allah punya anak, keberatan kita," tanyanya dalam acara Fokus: PGI Offside? Ahad (07/03/2021) di kanal YouTube Fokus Khilafah Channel. 

Ia menjelaskan, seharusnya umat Islam lebih keberatan lagi, karena Allah dikatakan punya anak oleh agama lain. "Kenapa kita keberatan? Karena memang ini sudah Allah jelaskan dalam Al-Qur'an sendiri bahwa dalam surat At-Taubah ayat ke 30, orang Yahudi mengatakan uzair ibnullah (Uzair anak Allah), orang Nashrani Al-Masih ibnullah (Al-Masih anak Allah)," bebernya.

"Kita keberatan. Mereka mengucapkan demikian kata Allah, mereka mengikuti kata-kata orang kafir terdahulu. Allah melaknat mereka, mengapa mereka bisa berpaling?" tegasnya.

Ia menemui ada sebuah yayasan yang didirikan oleh orang non Muslim, tetapi menggunakan nama seperti Islam. "Apalagi kalau kita lihat perkembangan sekarang ada yayasan Islam Al-Hanif di Batam itu pemiliknya Pak M Simanungkalit dia bukan Muslim, dari kalangan Kristen," jelasnya.

"Ada orang di luar Islam tapi mendirikan yayasan Islam al-Hanif. Kita keberatan dong, Kenapa menggunakan kata Islam?" bantahnya.

Ia menyampaikan terkait kematian Isa al-Masih, menurut Kristen kematian Isa al-Masih disalib, padahal dalam Al-Qur'an Isa Al-Masih tidak mati disalib. "Apalagi kalau berbicara tentang dogma. Misalnya, tadi tentang kematian Isa al-Masih, padahal dalam Al-Qur'an Isa al-Masih tidak mati disalib, yang mati di tiang salib itu manusia terkutuk, (umat Islam) kita keberatan mestinya," tegasnya.

"Tapi, kita tak pernah protes, silakan prinsip kebebasan dalam hal agama. Tapi, masalah itu tadi sudah offside, istilah antum katakan offside ya. Namanya sudah masuk ke arena kaum Muslimin. Nah kenapa dia keberatan itu? Kalau kita keberatan lebih banyak keberatannya," lanjutnya. 

Ia memaparkan, seharusnya jika membahas keberatan, umat Islam lebih keberatan, karena kata Allah digunakan untuk menyebut Tuhan agama lain. Padahal, dalam Bibel kata Tuhan disebut Yehuwa atau Yahweh atau YHWH atau Elohim. "Keberatan yang termasuk penggunaaan kata 'Allah' yang dalam kalangan Kristen menggunakan kata Allah," katanya.

"Dalam kalangan Kristen sendiri sudah ada meminta kepada lembaga al-Kitab supaya al-Kitab tidak menggunakan kata Allah. Karena menurut Bibel kata Tuhan itu namanya Yahuwa Yahweh YHWH atau penggunaaan kata Elohi. Tapi kenapa menggunakan Allah?" jelasnya lagi.

Ia juga membeberkan, sudah ada yang memprotes dari kalangan mereka terkait penggunaan kata Allah dalam kitab mereka. "Semestinya kita yang mestinya keberatan. Sementara sekarang sudah ada di lembaga Kristen sendiri pendeta Ya'kub di Malang pernah menggugat LAI (Lembaga Al Kitab Indonesia) menggunakan kata Allah dalam kitab sucinya karena itu persis orang Islam begitu," ungkapnya.

Dalam buku The Five Gospels hasil dari penelitian seminar yang dihadiri 76 doktor teologi seluruh dunia, ia mengungkapkan, The Five Gospels menyimpulkan hasil seminar penelitian, yaitu, 82 persen dalam Al Kitab tidak bersumber dari Yesus. "Artinya di kalangan para teolog berkata demikian, pakar-pakar teologi dari 76 doktor teologi, artinya bukan umat Islam gitu (yang mengatakan)," pungkasnya.[] Fadhilah Fitri


PGI Keberatan Penyebutan Injil dalam Buku PAI dianggap Dogma, 
Kristolog: Mestinya Umat Islam yang Banyak Keberatan

Terkait dengan permintaan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar merevisi buku pelajaran 'Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti' untuk Kelas XI SMA, terbitan Kemdikbud tahun 2017 yang menurutnya berisi dogmatis dan bisa menciptakan segregasi dan permusuhan, Kristolog Abu Deedat Shihabuddin menilai justru umat Islam yang mestinya banyak keberatan.

“Kalau bicara dogma, ya tentu kita lebih banyak keberatan,” tuturnya dalam acara Fokus: PGI Offside? Ahad (07/03/2021) di kanal YouTube Fokus Khilafah Channel.

SELENGKAPNYA:
https://mediaumat.news/pgi-keberatan-penyebutan-injil-dalam-buku-pai-dianggap-dogma-kristolog-mestinya-umat-islam-yang-banyak-keberatan/


Posting Komentar

0 Komentar