Peta Jalan Pendidikan Indonesia, Direktur INQIYAD: Frasa Agama Wajib Ada



TintaSiyasi.com-- Menanggapi draf Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035, Dr. Fahmy Lukman, M.Hum., Direktur Institute of Islamic Analysis and Development INQIYAD mengungkapkan, frasa agama wajib ada dalam draf Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035.

"Frasa agama wajib ada dalam draf Peta Jalan Pendidikan Indonesia. Ini kemudian menjadi landasan legalitas formal turunan dari ketentuan-ketentuan yang terkait masalah tersebut," tuturnya dalam Focus Group Discussion#10 bertajuk Peta Jalan Pendidikan Indonesia di kanal YouTube Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa, Sabtu (13/3/2021). 

Fahmy menilai, agama adalah sesuatu yang sudah including, tidak bisa dilepaskan napasnya dari bangsa ini. Karena, agama merupakan basic value, nilai yang memang diyakini oleh bangsa Indonesia. 

"Ketika ada upaya menepikan, menyamarkan, mengaburkan bahkan menjauhkan agama dari manusia dan masyarakat Indonesia yang kita cintai ini, bukan saja tidak sejalan dengan konstitusi, bahkan menyebabkan manusia tidak lagi bisa memilih jalan yang lurus," terangnya.

Menurutnya, karena agama merupakan nilai mendasar dalam konteks pendidikan bangsa Indonesia, maka peradaban Indonesia yang kita bangun bukan peradaban sekularisme. Yaitu sebuah paham pemisahan agama dari kehidupan sebagaimana terjadi di negara Eropa dan Amerika pada hari ini. 

"Mereka merepresentasikan negara yang dibangun dengan paham sekularisme, liberalisme, juga kapitalisme. Kita tidak mengarah seperti model masyarakat Amerika dan Eropa,” ujarnya. 

Ia menyampaikan, draf Peta Jalan Pendidikan Indonesia ini menjadi penting sekali karena memberikan satu perspektif dalam membangun Indonesia ke depan. Yaitu, sebagai sebuah bangsa yang bukan (menganut) sekularisme. 

"Draf Peta Jalan pendidikan Indonesia 2020-2035 jangan mendorong bangsa ini ke arah tipologi masyarakat yang sekuler," pungkasnya.[] Tria Meriza

Posting Komentar

0 Komentar