Perempuan Wajib Berperan dalam Perubahan Peradaban


Satu-satunya peradaban dunia yang mampu bertahan lama dan sangat mulia hanyalah peradaban Islam. Peradaban mulia itu terlahir dari kekuatan sistem Islam yang diemban oleh negara, yang hari ini menjadi perbincangan umat di penjuru dunia. Tak lain adalah khilafah.

Khilafah menjadi kebutuhan umat untuk segera ditegakkan, setelah sistem sekuler yang diadopsi saat ini telah banyak menimbulkan kesengsaraan dan kemudharatan. Khilafah adalah solusi seluruh problematika manusia. Dengannya setiap masalah kehidupan dapat diatasi secara tuntas.

Namun perlu disadari, bahwa penegakan khilafah menuntut peran serta semua potensi umat dengan beragam latar belakang. Tak terkecuali para perempuan.

Peran perempuan turut menentukan arah perubahan. Peran ini akan mengantarkan pada penyelesaian persoalan bangsa dan selanjutnya akan membuat kehidupan setiap individu umat terurusi dan mendapat kemuliaan, khususnya para perempuan.

Lantas bagaimanakah para perempuan mesti ikut andil dalam penegakan khilafah? Tentu tak lepas dari apa yang telah diperintahkan Allah Swt dalam al-Qur'an dan bagaimana Rasulullah Saw memberi teladan kepada kaum Muslimin.

Sebagaimana firman Allah Swt: "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (TQS. ali 'Imrân [3]:104). Maka para perempuan Muslimah semestinya menampakkan perannya dengan bergabung dalam jamaah yang senantiasa mengajaknya untuk berdakwah amar makruf nahi mungkar.

Karena dengan berada dalam jamaah dakwah, para perempuan akan senantiasa terkontrol, mempunyai arah perjuangan yang jelas, bisa saling mengingatkan, saling menyemangati dan istiqamah dalam melaksanakan kewajiban amar makruf nahi mungkar. Aktifitas inilah yang akan mengantarkan kaum Muslimin, khususnya perempuan, menjemput pertolongan Allah Swt berupa tegaknya khilafah. Sebagaimana dijanjikan Allah dalam Al-Qur'an surat an-Nûr[24]: 55.

Maka para perempuan mesti mengarahkan potensinya untuk penegakan khilafah. Karena dengan tegaknya khilafah, Allah Swt menjadikan Islam sebagai dasar kepemimpinan kaum Muslimin. Dengannya dapat dibangun peradaban yang mulia. Para perempuan pun akan terlindungi dan terjaga kehormatannya.

Dalam perjuangan penegakan khilafah, tentu tak lepas dari halangan dan rintangan. Karenanya para perempuan perlu mewaspadai segala bentuk upaya musuh-musuh Islam yang menjauhkan agama dari setiap urusan kehidupan. Salah satu diantaranya adalah jebakan kampanye kesetaraan gender.

Gender adalah produk pemikiran manusia sebatas akalnya. Sedang Islam telah menetapkan aturan yang berbeda sesuai dengan jenis kelamin tanpa merendahkan perempuan.

Misalnya, Islam melarang perempuan menjadi penguasa. Hal ini berdasar pada sabda Rasulullah Saw: "Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan." (HR. Bukhari no 4425). Kaum perempuan boleh berperan menjadi anggota Majelis Umat, anggota partai, maupun melakukan muhasabah lil hukkam.

Aturan yang diturunkan Allah Swt tidak lain adalah demi kebaikan manusia sendiri. Maka perempuan yang beriman ketika diseru oleh Allah, tidak akan ada jawaban lain kecuali mendengar dan mematuhiNya. Sebagaimana firman Allah: "Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan RasulNya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, "Kami mendengar, dan kami taat." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (TQS. an-Nûr [18]: 51).

Allahu a'lam bish-shawwâb.[]

Oleh: Sumiatun
(Komunitas Pena Cendekia)

Posting Komentar

0 Komentar