Pengamat: Kecurangan Pemilu bukan Masalah Fundamental Kudeta Militer Myanmar, tetapi...



TintaSiyasi.com-- Pergolakan yang terjadi di Myanmar terkait kudeta yang dilakukan oleh militer memicu polemik perpolitikan di negara tersebut, Pengamat Politik Internasional Umar Syarifudin mengatakan, masalah fundamentalnya bukan karena kecurangan pemilu, tetapi pertaruangan antara Amerika dan Inggris di balik itu semua. 

“Kudeta militer yang terjadi di Negara Myanmar kalau kita melihat dari berbagai media, masalah fundamentalnya bukan semata-mata kecurangan pemilu ataupun ketidaknetralan pemenangan pemilu,” ungkapnya dalam acara Kabar Malam: Prahara Myanmar, Menyingkap Teater Gelap Demokrasi di Youtube Fokus Khilafah Channel, Kamis (11/03/2021). 

Menurutnya, masalah yang sebenarnya adalah pertarungan politik antara Amerika yang mendukung Aung San Suu Kyi dan Inggris yang mendukung Panglima Militer. “Kepentingan amerika adalah agar agen-agen Amerika maupun mitra strategis Amerika bisa menduduki Myanmar, bisa menjadikan titik kepungan untuk Cina, sehingga Inggris dan seluruh anggotanya kalau bisa dibersihkan dari perpolitikan Myanmar,” bebernya.

“Barat dengan berbagai sayapnya terus bertarung di Myanmar, dan tidak peduli dengan apa yang terjadi kepada kaum Muslimin di sana. Bahkan, Barat terus membantai mereka dan seluruh tempat-tempat lainnya, berusaha untuk menutup mata mereka atas tindakan-tindakan keji kaum tiran yang haus akan darah kaum Muslimin,” jelasnya. 

Ia sangat menyayangkan dengan rezim yang ada di dunia Muslim hari ini, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan, hanya sekadar mengecam saja lidah mereka sangat berat, apalagi untuk memboikot. “Masalah yang terjadi di Myanmar yang mengakibatkan kaum Muslimin menderita di sana dan mengalami diskriminasi yang luar biasa itu akibat tidak ada satu institusi yang menjaga dan melindungi mereka,” jelasnya. 

Ia mengatakan, seandainya ada kekuasaan yang mampu melindungi, tentu tidak akan pernah terjadi penganiayaan dan pengusiran, tidak ada persekusi-persekusi keji yang dilakukan terhadap kaum Muslimin. “Maka, satu-saunya solusi adalah berpegang teguh pada Islam ideologis, sehingga umat Islam bisa membasmi seluruh pelanggaran dan tindakan kriminal dan menggantinya dengan pemikiran yang benar, sehingga Islam tidak memperkenankan seluruh tiran dan diktator untuk eksis di atas bumi ini,” tambahnya. 

Ia menuturkan, solusi dari permasalahan yang menimpa kaum Muslimin adalah dengan solusi Islam. “Solusi yang integral, solusi yang secara kafah bisa diaplikasikan di seluruh dunia, orang biasa menyebut itu adalah sistem mhilafah al-Islamiyah yang kita harapkan akan tegak suatu saat nanti,” pungkasnya. [] Ade Sunandar

Posting Komentar

0 Komentar