Pemuda Wajib Melek Politik Islam

Dilansir dari Republika.co.id, direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, masih banyak anak muda yang tidak toleran dalam hal politik, dibandingkan intoleransi pada praktik ritual sosial keagamaan. Hal ini menjadi temuan dalam hasil survei suara anak muda tentang isu-isu sosial politik bangsa pada Maret 2021 (Sumber: https://m.republika.co.id/indikator-anak-muda-tidak-toleran-dalam-politik). 

Suatu perubahan biasanya diidentikkan dengan sosok pemuda. Hal ini dikarenakan, untuk melakukan perubahan pastinya kita memerlukan energi yang tidak kecil, dan potensi energi besar ini ada dalam diri para pemuda. Maka dari itu pemuda menjadi garda terdepan untuk melakukan peran perubahan. 

Survey menunjukkan anak muda masih galau antara melihat perlunya perubahan politik dan ketidak fahaman terhadap sistem politik alternatif. Meski menganggap politisi dan partai tidak mampu mengatasi persoalan. 

Pemuda adalah sosok manusia yang berada dalam batas usia produktif. Ia memiliki banyak potensi dalam melakukan suatu perubahan, seperti fisik yang kuat, potensi akal yang besar, kemauan yang kuat, cita-cita yang tinggi dan sebagainya.

Generasi muda Islam wajib mengenal dan melek politik Islam agar benar-benar mendapat gambaran dan harapan perubahan hakiki. Dengan demikian, potensi yang dimiliki pemuda tentu haruslah diarahkan untuk melakukan perubahan, untuk sebuah pergerakan, tidak hanya untuk dirinya ataupun keluarganya, namun juga untuk masyarakat. 

Seorang pemuda dalam melakukan suatu pergerakan bagaikan seorang dokter. Dia harus mendiagnosa dengan benar apa sebenarnya penyakit yang diderita oleh negeri ini, dan memberikan obat tepat yang dapat mengobati penyakit tersebut langsung ke sumber penyakit. Bukan berharap pada sistem kapitalisme buatan manusia yang jelas telah gagal dalam melakukan perubahan secara menyeluruh di tiap aspeknya. 

Sudah ada pergerakan mahasiswa yang menyadari, bahwa akar masalah yang sebenarnya terjadi adalah sistem. Tapi, mereka masih belum menemukan antitesis yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Mereka membuat solusi yang berasaskan sosial, dan memberikan solusi atas asas sosial juga.


Islam Solusi Perubahan Pemuda Muslim

Sebagai seorang manusia, kita tentu harus memahami arti eksistensi kita di dunia. Sebagai seorang Muslim, tentu harus memahami apa itu Islam. Allah SWT telah berfirman: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56). Dan dalam firman-Nya yang lain: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan untukmu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam menjadi agama bagimu." (Al-Maidah: 3)

Islam merupakan agama yang kamil (sempurna) yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Baik itu ketika manusia berhubungan dengan Tuhannya, dengan dirinya sendiri, dan dengan manusia lainnya. Islam adalah sebuah pandangan hidup, Islam adalah ideologi. 

Hanya saja, saat ini Islam hanya dijadikan sebagai agama ritual. Islam bagaikan sesuatu yang terlepas dari urusan kehidupan kebanyakan masyarakat. Islam ada di masjid-masjid, tapi tidak ada di urusan pendidikan, jual beli dan pergaulan. 

Kalaupun Islam dijadikan solusi, Islam hanya hadir sebagai alternatif pilihan saja karena tidak ada pilihan lain yang lebih baik manfaatnya. Bukan karena keyakinan bahwa Islam merupakan satu-satunya pilihan yang harus kita pilih. Bukan karena Islam merupakan konsekuensi keimanan kita terhadap Sang Khaliq.

Berkenaan dengan hal ini, Allah SWT berfirman: “Barang siapa mencari selain diin Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali-Imran: 85). 

Pemuda cukup berpengaruh besar untuk mengembalikan era keemasan Islam, masyarakat yang berkeadaban dan luhur. Maka ada beberapa hal yang mesti kaum muda lakukan jika ingin membawa sebuah peradaban Islam.

Ingatlah ketika pemuda-pemuda itu mencari perlindungan dalam gua, mereka berdoa: “Ya Tuhan, berilah kami rahmat dari sisimu dan berilah kami petunjuk untuk mengurus diri kami. Kami kabulkan doa mereka dan menutup telinga mereka dalam gua bertahun-tahun. Kemudian kami bangunkan, untuk mengetahui golongan mana yang lebih tepat perhitungannya tentang lama mereka di gua. Kami ceritakan kepadamu (hai Muhamad) mereka dengan sebenarnya. Mereka adalah pemuda-pemuda yang betul-betul beriman kepada Tuhan dan kami tambah dengan petunjuk.” (QS. Al-Kahfi: 10-13).

Dari ayat di atas bahwa Allah SWT melukiskan tentang pemuda Kahfi yang mampu menjaga akidahnya dan mampu terbebas dari belenggu duniawi yang menyengsarakan, maka Allah jaga dan beri mereka petunjuk.

Pemuda memiliki fisik dan semangat yang kuat, juga daya pikir yang jernih. Sehingga mampu menimba ilmu dan memperkaya keterampilan untuk menciptakan inovasi dan menjadi pelopor ide-ide baru dalam membentuk peradaban Islam.

Para pemuda Islam harus membentengi diri dan mempertebal keimanannya untuk mengantisipasi terhadap berbagai hal yang dapat meracuni. Para pemuda menjadi orang-orang yang mempunyai mobilitas tinggi dalam bekerja, beramal dan membangun masyarakat dengan didasari keimanan dan akidah yang benar, sehingga mereka menyadari bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi umat dan masyarakat.

Para pemuda harus menjadi generasi yang senantiasa memperbaiki diri demi tegaknya ajaran Islam karena perbaikan suatu umat tidak akan berhasil tanpa adanya perbaikan pada setiap individu dalam hal ini adalah para pemudanya.

Pemuda menjadi pelopor dalam pemikiran dan keilmuan, sehingga mampu menjadi penerang bagi umat agar pemikirannya tidak dibelokkan dengan teori-teori atau paham-paham yang membuat manusia jauh dari Allah.

Pemuda menjadi pelopor dalam pergerakan Islam karena para pemuda inilah yang menjadi harapan untuk melanjutkan perjuangan dalam menegakan hukum-hukum Allah. Dengan demikian, kaum muda memiliki urgensi terhadap lahirnya peradaban Islam.
Maka, wajib bagi pemuda Islam faham politik Islam agar bisa menghadapi tantangan kekinian yang bisa membelokkan mereka dari perubahan hakiki. 

Hanya dengan Islam, pergerakan pemuda dapat menuju perubahan yang hakiki. Karena jika berkata hakiki, hakikat kehidupan kita pun berasal dari Allah dan akan kembali pada Allah. Sudah sepantasnya kita melaksanakan semua yang Allah perintahkan, termasuk mengambil Islam sebagai asas dalam pergerakan menuju perubahan. Wallahu a’lam bishshawab.[]

Oleh: Leni Andriyanti, S. Pi

Posting Komentar

0 Komentar