Pelajar SMP Nikah Dini di Buton, Ustaz Iwan Januar Apresiasi Tindakan Orang Tuanya



TintaSiyasi.com-- Menanggapi alasan orang tua menikahkan dini anaknya untuk mencegah perzinaan di Buton baru-baru ini, Pakar Parenting Islam Ustaz Iwan Januar memberikan apresiasi terhadap tindakan orang tuanya. 

"Saya mengapresiasi sekaligus khawatir. Mengapresiasi karena masih ada orang tua dan remaja yang siap untuk menikah di usia belia," tuturnya kepada TintaSiyasi.com, Selasa (9/3/2021). 

Membaca perjuangan mereka di pengadilan untuk bisa menikahkan putra putrinya secara resmi, Ustaz Iwan menilai, ada kesungguhan dan kesiapan keluarga dan pasangan pengantin. Namun, di sisi lain, ia juga merasa khawatir, akan ada tindakan untuk melakukan stigma dan provokasi terhadap pernikahan dini tersebut.

"Mengingat opini umum terhadap pernikahan dini yang di-drive oleh pemerintah masih buruk. Saya juga merasa miris karena status pernikahan dini yang sudah clear dalam fikih Islam justru malah terus-menerus mendapatkan perlawanan stigma hingga regulasi," ungkapnya. 

Ia juga mengungkap keprihatinannya terhadap pergaulan remaja saat ini yang permisif dan hedonis. Menurutnya, remaja terus dibombardir budaya-budaya barat sehingga mereka memiliki panduan pergaulan bahwa pacaran boleh, bahkan sampai berani melakukan tindakan asusila.

"Karena itu yang terus dikampanyekan di berbagai media; film, bacaan, lagu, talk show, dan lain-lain. Remaja kita dibombardir budaya-budaya seperti itu. Akhirnya, itu jadi panduan pergaulan remaja kita, bahwa pacaran itu boleh, bahkan sampai berani melakukan tindakan asusila," ungkapnya. 

Menurutnya, tidak jarang orang tua merasa aman dan nyaman dengan keadaan ini disebabkan ketidaktahuan karena termakan opini. Di samping itu, menurutnya dunia pendidikan dan negara kurang peduli dengan pergaulan remaja. 

"Sekolah hari ini lebih banyak mendidik anak dalam bidang akademik atau kedisplinan sekolah, tapi kurang peduli dengan pergaulan remaja. Terakhir, negara memang sudah abai. Hampir enggak peduli dengan apa yang terjadi di dunia remaja," pungkasnya. [] Saptaningtyas

Posting Komentar

0 Komentar