Partai Politik dalam Sistem Sekuler dengan Islam, IJM: Beda Luar Biasa!



TintaSiyasi.com-- Berbicara partai politik dalam sistem sekuler dengan Islam, Pengamat Politik Indonesia Justice Monitor Luthfi Afandi menegaskan keduanya berbeda luar biasa.

"Jadi berbeda luar biasa," tuturnya dalam acara Kabar Malam: Akar Krisis Demokrat dan Demokrasi di YouTube Fokus Khilafah Channel, Rabu (17/3/2021).

Menurutnya, dalam sistem sekuler, orientasi partai politik melulu bicara tentang kekuasaan sedangkan landasan partai politik dalam Islam adalah akidah Islam.

"Tidak mungkin ya (partai politik Islam) aktivitasnya, perbuatannya, melenceng dari Islam," jelasnya.

Ia menegaskan, tidak akan mungkin terjadi partai politik dalam Islam menghalalkan segala cara, karena guiden (pedoman)-nya akidah Islam, yang termasuk aturan lainnya adalah hukum-hukum Islam.

"Nggak mungkin. Kenapa? Karena landasan mereka akidah Islam," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan landasan akidah Islam inilah yang melahirkan fikrah (pemikiran) partai politik dan metodenya, untuk menjalankan tugas dan fungsinya.

Ia menjelaskan, orientasi partai politik Islam dalam rangka menjalankan perintah dari Allah SWT, yakni amar ma'ruf nahi munkar.

"Bahwa dalam Islam itu, partai politik lahir dalam rangka memenuhi seruan dari Allah SWT," jelasnya.

Terakhir ia kembali menegaskan, kehadiran dan keberadaan partai politik karena seruan dari Allah SWT. "Yang aktivitasnya itu, satu, menyeru kepada Islam, yang kedua, amar makruf, yang ketiga nahi mungkar," pungkasnya.[] Dewi Srimurtiningsih

Posting Komentar

0 Komentar