Membangun Indonesia Multiperspektif, Prof. Fahmy Lukman: Perspektif Islam Penting Dipertimbangkan



TintaSiyasi.com-- Direktur Institute of Islamic Analysis & Development Inqiyad Assoc Prof. Dr. Fahmy Lukman, M.Hum., mengatakan, dalam membangun Indonesia, penting untuk mempertimbangkan perpspektif Islam. 

"Satu hal yang menurut hemat saya menjadi penting juga menjadi bahan pertimbangan kita. Bahwa dengan tingkat religiusitas masyarakat Indonesia yang sangat religius ini, dan itu adalah Islam, dan saya kira tentu perspektif ini juga dipertimbangkan," tuturnya dalam Focus Group Discussion: Membangun Indonesia Multiperspektif di kanal YouTube Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa, Ahad (7/3/2021). 

Prof. Fahmy Lukman menjelaskan, di samping masyarakat Indonesia sangat religius, yaitu Islam, perspektif Islam patut dipertimbangkan karena Islam pernah menjadi peradaban dunia dengan kemajuan yang luar biasa. 

"Islam juga pernah menjadi sebuah peradaban dunia pada masa yang lalu dan itu selama kurang lebih sekitar 13 atau 13 abad mengalami sebuah kemajuan yang luar biasa," ujarnya. 

Lebih lanjut ia menambahkan, Islam telah mengubah bangsa Arab yang semula sebagai masyarakat jahiliyah, tidak berkeadaban dan tidak berperadaban tinggi menjadi sebuah bangsa yang memiliki tingkat peradaban yang luar biasa. 

Menurutnya, peradaban Islam pada masa lalu telah berhasil membangun sinergi kemajuan sains dan teknologi dengan keadaban dan moralitas serta nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. 

"Apakah kita akan mengarah pada arah itu? Saya kira pilihan-pilihan itu harus mempertimbangkan pertimbangan rasional, logis dan juga kemudian menjadi dasar bagi kita untuk bagaimana perspektif membangun Indonesia kita ke depan," ujarnya. 

Ia mengungkapkan, kekhawatirannya apabila tidak mempertimbangkan pertimbangan tersebut, Indonesia akan menjadi fail state. 

"Karena tanpa pertimbangan-pertimbangan yang seperti tadi, kita akan menjadi khawatir seperti apa yang disampaikan oleh Chomsky tentang masalah ini, yaitu kita menjadi fail state," ujarnya. 

Ia menambahkan, jika demikian Indonesia akan menjadi negara yang sangat rentan untuk mengalami perpecahan dan keterbelahan serta sangat rapuh. 

"Oleh karena itu, dalam konteks tadi, pertimbangan-pertimbangan itu menjadi sangat penting untuk meletakkan dasar-dasar dalam konteks bagaimana kita membangun Indonesia ke depan," pungkasnya.[] Saptaningtyas

Posting Komentar

0 Komentar