Korelasi Isra Mikraj dan Khilafah, FDMPB: Spirit Mengembalikan Kejayaan Islam



TintaSiyasi.com-- Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw, Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra, M.M menyatakan, ada korelasi antara Isra Mikraj dengan khilafah yaitu dengan mengembalikan kejayaan Islam.

“Ada korelasi yang kuat antara Isra Mikraj dengan khilafah Islamiyah. Kita ambil spirit dan esensi (Isra Mikraj), untuk mengembalikan menghidupkan kembali spirit dakwah dan perjuangan untuk mengembalikan kejayaan Islam," tuturnya dalam acara Kabar Malam: Isra Mikraj Dan Urgensi Khilafah, Jumat (12/3/2021) di YouTube News Khilafah Channel. 

Ia menyampaikan, pesan singkat untuk dirinya dan juga untuk seluruh kaum Muslimin ketika memperingati Isra Mikraj. Ia menilai, peristiwa Isra Mikraj mestinya dimunculkan kembali komitmen, spirit dakwah, dan perjuangan untuk mengembalikan kejayaan Islam (khilafah). Karena, dengan kejayaan Islam, ukhuwah, syariah, dan dakwah efektif diwujudkan demi kemuliaan, kebahagiaan, dan kesejahteraan rahmat bagi alam semesta.

Selanjutnya ia membeberkan lima dimensi dalam memahami Isra Mikraj. Yaitu, dimensi sejarah, spiritual, politik,sosial, dan sains.

Ia menjelaskan, pertama, dimensi spiritual. “Dimensi spiritual itu berkaitan dengan kewajiban melaksanakan shalat, shalat ialah satu kewajiban yang utama di dalam Islam yang tidak boleh diwakilkan sampai mati, itu baru boleh berhenti. Walaupun sakit tetap pelaksana inikan fardhu 'ain,” ujarnya.

Kedua, dimensi politik. Menurutnya, hal itu erat hubungannya dengan peristiwa Rasulullah Saw ketika menjadi imam shalat para nabi, ada nabi Ibrahim dan nabi Isa. "Ini satu peristiwa yang luar biasa dari sisi politik, bahwa di situ ada transformasi kepemimpinan dari nabi-nabi sebelumnya, kemudian kembali kepada Rasulullah di transfer kepada rasul ada transformasi kepemimpinan,” jelasnya.

Ketiga, dimensi sosial. Ia menjelaskan, kalau dilihat dari peristiwa Rasulullah yang menjadi imam kemudian para nabi dari berbagai bangsa menjadi makmum menunjukkan keberadaan daulah Islam untuk mewujudkan Islam rahmatan lil 'alamin bagi negeri-negeri yang ada.

Keempat, dimensi sains. Menurutnya, Isra Mikraj ada hubungannya dengan waktu dan ruang angkasa. "Ini tentu sudah termuat di dalam Al-Qur'an yang kemudian menginspirasi lahirnya ilmuwan-ilmuwan Muslim terutama di bidang ruang angkasa, di bidang jarak dan seterusnya,” ujarnya.

Menurutnya, ada korelasi antara Isra Mikraj dengan tegaknya daulah di Madinah, karena setelah setahun berdirinya daulah Islam muncul peristiwa isra dan mikraj. "Setelah Rasulullah wafat dan dilanjutkan Khulafaur Rasyidin, kemudian dilanjutkan lagi tegaknya daulah Abbasiyah, daulah Utsmaniyah," tambahnya.

“Kemudian bertahan selama 1400 tahun, juga daulah Abbasiyah, Umayyah, dan Utsmaniyah. Nah itu, 1400 tahun, tentu satu masa yang sangat panjang dalam konteks peradaban Islam dan itu kan kemudian dimulai dar Isra Mikraj dan tegaknya daulah Madinah, di situlah korelasinya,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu esensi khilafah yaitu ukhuwah, kemudian dakwah, menyebarkan Islam ke seluruh dunia dari zaman nabi masuk ke Indonesia sejak abad ke-7, artinya sudah masuk ke Nusantara.

Ia memaparkan, hari ini dakwah dihambat, dicurigai, dan dikriminalisasi karena tidak ada benteng dan pelindungnya (khilafah). Kemudian, esensi khilafah adalah syariah. Ia menyayangkan, syariah yang dianggap dianggap sebagai ajaran radikal, menimbulkan ekstrimisme. "Padahal syariah itu adalah sesuatu yang mulia, baik, sangat rasional, sangat baik untuk menjadi solusi problem masalah multidimensi di dunia,” ujarnya.

Faktanya ketika daulah tidak ada, ia mengungkapkan, syariah menjadi sorotan, menjadi objek, menjadi tertuduh, seolah-olah syariah inilah yang kemudian merusak. "Padahal faktanya tidak, faktanya dulu syariah hadir bersama rasul, itu kan untuk meng-counter dan menggantikan hukum jahiliyah," tegasnya.

"Hari ini juga begitu menghadirkan syariah, sebenarnya juga untuk meng-counter dan menggantikan sistem kapitalisme komunisme sekarang ini,” tandasnya.[] Aslan La Aslamu

Posting Komentar

0 Komentar