KKB Kembali Berulah, Negara Harus Tegas Menindak


Indonesia di awal tahun 2021 dan belum genap satu tahun sudah mendapatkan ujian bertubi-tubi. Mulai dari jatuhnya pesawat, terjadinya longsor, beberapa daerah terendam banjir, munculnya varian baru virus B117, bahkan baru-baru ini Indonesia dikejutkan dengan berita tentang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Ada apa sebenarnya dengan Kelompok Krimnal Besenjata (KKB) ini? Apakah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini sangat meresahkan bahkan mengancam keselamatan masyarakat? Yuk kita telusuri faktanya.

Dilansir dari Kompas.com (Sabtu, 13 Maret 2021), Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua, kembali berulah. Pada Jumat (12/3/2021) pagi, mereka melakukan panyanderaan terhadap pilot dan tiga penumpang pesawat Susi Air. “Front bersenjata OPM (KKB) kembali melakukan teror dengan menyandera pesawat PT Asi Pudjiastuti Aviation (Pilatus PC-6 S1-9364nPK BVY) dilapangan Terbang Wangbe, Distrik Wangbe Kabupaten Puncak, Papua”, ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel CZI IGN Suriastawa, melalui rilis, Sabtu (13/3/2021).

Suriastawa mengatakan, dalam insiden tersebut diketahui ada 30 anggota KKB yang melakukan penyanderaan. Dua diantaranya membawa senjata laras panjang. “Menurut pilot, dua diantara puluhan (anggota) KKB membawa senjata laras panjang. Beruntung selama disandera dua jam, pilot dan tiga penumpang tidak mengalami kekerasan. Walaupun merasa khawatir akan keselamatannya karena sempat ditodong senjata,” kata Suriastawa. 

Dilansir dari (Indoglobe News, Sabtu 13 Maret 2021), “KSB sipil bersenjata-sebutan KKB versi TNI) sempat mengancam agar pesawat maskapai Susi Air dilarang membawa penumpang aparat TNI/Polri dan KSB juga menyampaikan kekecewaannya dengan kepala kampung karena tidak memberikan dana desa,” ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (12/3/2021). 

Aksi dari KKB ini membuat masyarakat resah dan takut akan keselamatan hidupnya akibat dari teror dan ancaman yang terus menerus mereka rasakan. Dalam melancarkan aksinya, KKB tidak segan melukai warga sipil maupun aparat keamanan. Dari penyelidikan polisi, ternyata ditemukan fakta mengejutkan terkait pemasukan keuangan KKB. Sebab, salah satu sumber dana yang digunakan KKB untuk melakukan pembelian senjata api dan amunisi tersebut ternyata berasal dari rampasan anggaran dana desa.

Hal ini dikemukakan Bupati Irian Jaya, Natalis Tabuni, pada Senin (8/2/2021). Natalis mengatakan, dirinya dan seluruh PNS sering didatangi KKB yang meminta bantuan dan dana harus dipenuhi. “Bukan saya sendiri, seluruh PNS terutama putra daerah jarang ada ditempat karena mereka dapat ancaman. KKB minta bantuan uang atau makanan, kalau tidak dikasih KKB malam-malam walau dingin dan hujan mereka bisa menuju kerumah dengan senjata lengkap,” ungkapnya (Notif.id, 12/2/2021).

Berbagai macam fakta tersebut, seharusnya dapat membuka mata penguasa negeri ini. KKB sangat jelas meresahkan bahkan dengan jelas melakukan aksi teror di tanah Papua. Namun dengan adanya fakta tersebut, respon pemerintah berbanding terbalik dengan pernyataannya yang dengan jelas mengatakan bahwa tidak akan berkompromi apabila ada pelaku teror. Pemerintah seolah-olah menutup mata dan terkesan sangat lambat dalam menangani persoalan ini. Seharusnya jika pemerintah benar-benar berniat menumpas aksi teror, pemerintah harus lebih serius dan tegas dalam menangani aksi teror di tanah Papua. 

Faktanya negara (pemimpin) adalah penjaga dan pelindung bagi rakyat. Secara umum negara memiliki empat pokok fungsi yaitu, melaksanakan ketertiban dan keamanan, mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan, menjaga pertahanan dan keamanan, serta menegakkan keadilan.

Negara dalam sistem pemerintahan Islam memiliki tanggung jawab penuh untuk mengurusi rakyatnya. Rasulullah saw, bersabda “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pemimpin negara yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Wanita/istri adalah pemimpin terhadap keluarga suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Negara dalam sistem pemerintahan Islam juga memiliki kewajiban untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Tidak ada hukum yang paling adil selain dari hukum Allah Swt. Sebagaimana dalam firmanNya, “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al Maidah: 50). 

Menjaga keamanan, ketertiban serta pertahanan, negara seharusnya memiliki tindakan pencegahan dan penanganan terhadap kelompok separatis. Negara harus mencegah munculnya benih-benih separatisme. Munculnya separatisme di Papua adalah awal dari ketimpangan sosial, diskriminasi dan ketidakadilan yang terjadi, seperti sumber daya alam yang melimpah akan tetapi penduduk setempat tidak bisa menikmati kekayaan dari sumber daya alam tersebut. Mereka bahkan hidup dalam kekurangan, miskin, kurang asupan gizi, pendidikan rendah, bahkan akses publik sangat terbatas.

Penanganan separatis dalam sistem pemerintahan Islam, menjaga persatuan dan kesatuan adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Memisahkan diri dari negara merupakan keharaman. Setiap pelaku bughat atau makar diberi sanksi dengan diperangi. Arti diperangi disini maksudnya adalah men-ta’dib mereka (member pelajaran) tanpa membunuh nyawa agara mereka kembali bersatu dalam negara.

Inilah tindakan tegas untuk melakukan pencegahan dan penanganan terhadap kelompok separatis dalam sistem pemerintahan Islam. Semua ini akan terwujud apabila kita mengganti sistem sekarang (sekuler) dengan sistem pemerintahan dan menegakkan hukum sesuai dengan syariat Islam, dengan begitu rakyat maupun negara akan mendapatkan rahmat seluruh alam.[]

Oleh: Agustinae

Posting Komentar

0 Komentar