KH Ahmad Fadholi: Sulitnya Ajarkan Agama di Sekolah, Ibarat Diikat Tangan dan Kakinya



TintaSiyasi.com-- Menanggapi tentang ancaman sekularisme pendidikan di Indonesia Ulama Surakarta KH Ahmad Fadholi mengatakan, sulit sekali mengajarkan agama di sekolah-sekolah yang terkait sama pemerintah, karena ibarat diikat tangan dan kakinya.

“Mengajarkan agama di sekolah-sekolah yang masih terkait sama pemerintah itu  memang sulit sekali. Ibaratnya dibhandha tangane, dibhandha sikile (diikat tangannya, diikat kakinya), jadi enggak bisa apa-apa," tuturnya dalam Diskusi Publik Pusat Studi dan Analisis Kebijakan (Pustaka): Ancaman Sekularisme pendidikan Islam di Indonesia, Kamis (25/3/20201) di kanal Youtube Pustaka.

Ia mengatakan bahwa  pendidikan baik SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi yang dikelola oleh pemerintah, porsi pendidian agama hanya dua jam dalam seminggu , sementara perguruan tinggi hanya dua  SKS. 

“Ini kalau lulus itu kalau ngikuti itu ya nggak ngerti agama, alih-alih mau mempertahankan agama  ngerti agama aja ndak,“ imbuhnya.

Kiai Fadholi sapaan akrabnya menambahakan, bahwa sekolah yang berada di bawah Kemenag juga mengalami perubahan definisi. 

"Definisinya  sudah berganti, berubah   jadi kalau kita lihat kaya madrasah-madrasah  itu, itu nanti adalah sekolah yang bercirikan agama, jadi  bukan sekolah yang nanti memperdalam agama. Nah sudah barang tentu  akan mengalami penurunan dari satu masa ke satu masa berikutnya, sampai tidak jauh beda dengan sekolah umum  pada umumnya itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, sekolah yang berada di bawahKemenag secara administratif dan peraturan akan menginduk ke Kemenag, sehingga hal ini akan menjadi kendala. “Nah, jadi itu juga ada  kendala-kendala. Ibaratnya  kita itu sudah dikunci tangan kita, sudah dikunci kaki kita, ditutup juga mulut kita seperti itu,” imbuhnya.

Ia menuturkan, pendidikan di pesantren saat ini juga di arahkan ke moderasi  beragama. “Nah, makanya di pesantren  itu juga sekarang gitu juga, diarahkan  ke moderasi juga, moderasi beragama jadi memang  itu sangat sulit sekali,” tambahnya. 

Kiai Fadholi menegaskan, jika masih terkait dengan regulasi maka agamanya itu hanya  mengajarkan yang seperti apa yang dikehendaki bukan seperti apa Islam yang seharusnya.

“Yang saya rasakan terjun dalam  pendidikan di pesantren seperti itu, kalau tidak pintar-pintar mengingat ini amanah dari Allah, mengikuti saja regulasi malah nanti misi kita untuk menyiarkan Islam malah enggak kena,” pungkasnya [] Sri Purwanti.

Posting Komentar

0 Komentar