KGBS Marak, Analis Politik dan Media: Akibat Penerapan Sekularisme Liberal



TintaSiyasi.com-- Menanggapi maraknya Kekerasan Gender Berbasis Siber (KGBS), Analis Politik dan Media Puspita Satyawati S.Sos. menilai, hal itu sebagai akibat penerapan sistem sekularisme liberal kapitalistik. 

“KGBS telah menjadi fenomena global sejak awal penggunaan internet. Bertambah serius, dan pandemi Covid-19 memperburuk keadaan. Namun jika didalami, maraknya KGBS akibat penerapan sistem sekularisme liberal kapitalistik," tuturnya dalam kuliah online bertajuk KGBS Meroket: Inikah Pola Baru Kejahatan terhadap Perempuan dalam Sistem Liberalisme Sekuler? di grup WhatsApp Uniol 4.0 Diponorogo, Ahad (14/3/2021).

Puspita memaparkan,  pola kehidupan yang minus agama, serba bebas dan cenderung mencari keuntungan material menyebabkan manusia mudah berbuat kejahatan. Baik di dunia nyata, terlebih di dunia maya. 

"Penerapan sistem rusak ini pun telah menempatkan perempuan sebagai objek kekerasan berbasis siber," ujarnya. 
 
Ia mengungkapkan, selama interaksi masih didominasi pemikiran serta perilaku sekuler, liberal dan kapitalistik, tindak kekerasan terhadap perempuan berpotensi akan terus terjadi. 

"Di sinilah pentingnya perubahan menuju sistem Islam yang menjamin kebaikan dunia akhirat," tegasnya. 

Menurutnya, fenomena KGBS (sebagian) juga terjadi karena adanya keterlibatan dari korban kekerasan siber. Untuk menyikapi kasus ini, ia mengajak menyikapinya dengan mengembalikan penilaian pada syariat Allah. Sehingga jelas mana yang benar-salah, baik-buruk. 

"Karena yang disebut 'korban' tak selamanya dalam posisi benar. Pun sebaliknya. Seperti kasus  perempuan yang foto nirbusananya diunggah. Itu kan posisinya sebagai korban. Tapi sejatinya dia berkontribusi melakukan kemaksiatan. Pertama, bergaul bebas. Kedua, mau foto nirbusana," bebernya. 

Ia menambahkan bahwa fenomena seperti body shaming dan mom shaming pun termasuk KGBS ketika dilakukan di dunia maya. 

"Kaum perempuan di dalam sistem liberalisme sekuler ini bak anak ayam kehilangan induknya. Nelangsa. Terlebih, KGBS saat ini menyebar bak virus," pungkasnya.[] Ageng Kartika

Posting Komentar

0 Komentar