Ketiadaan Khilafah, Penulis Senior Yordan: Kaum Muslimin Jadi Mangsa Genosida dan Syariat Allah Diotak-atik



TintaSiyasi.com-- Memperingati 100 tahun ketiadaan khilafah, Penulis Senior asal Yordania, Syekh Saed Radwan mengatakan tanpa khilafah, umat Islam telah menjadi mangsa genosida dan syariat Allah diotak-atik.

"Dengan keruntuhan khilafah, kaum Muslimin telah menjadi mangsa peperangan genosida yang tidak bermoral dan berkemanusian. Dengan hancurnya khilafah juga, syariat Allah telah dikutak-katik dan umat dipecah menjadi entitas-entitas yang lemah,” tuturnya dalam konfrensi global memperingati 100 tahun runtuhnya khilafah yang bertajuk The Concluding Global Conference For The “Establish It, OMuslim” Campaign di kanal Youtube Al-waqiyahTV, Ahad (13/03/2021). 

Selain serangan fisik genosida, menurutnya, kaum muslimin juga berhadapan dengan serangan dahsyat yang bertujuan memisahkan umat Islam dari agama Islam itu sendiri, disamping menghalangi kebangkitan khilafah.

Ibarat sebuah pisau belati yang tertusuk di hati umat, Syekh Saed Radwan menggambarkan seperti itulah kaum imprealis Barat dalam melancarkan agenda busuk mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin demi menghalangi penyatuan kebangkitan umat. 

Ia juga meyakini, runtuhnya khilafah 100 tahun yang lalu oleh rekayasa Inggris dan sekutunya, tidak akan sukses tanpa adanya pengkhianatan dari sekelompok orang-orang Arab dan Turki.

"100 tahun yang lalu, kolonial Inggris telah berhasil meruntuhkan khilafah yang tidak mungkin sukses jika tidak ada pengkhianatan dari sekelompok pengkhianat kalangan orang-orang Arab dan Turki,“ tambahnya. 

Syekh Saed Radwan menjelaskan, dengan runtuhnya khilafah telah mengakibatkan umat kehilangan pemimpin dan perisai yang seharusnya menjadi tempat berlindung. Ia menambahkan, kini umat telah kehilangan khilafah hingga mengundang berbagai macam serangan dan hanya segelintir orang saja yang berani menentangnya. Hilangnya khilafah ia katakan telah membuat kehidupan kaum Muslimin dalam kehinaan serta terzalimi dalam berbagai aspek. 

Ia meyakini, seandainya tanpa kasih sayang Allah dan keimanan yang mendalam dari sebagian kaum Muslimin, umat Islam telah lama hancur dan menjadi sejarah. Keberhasilan umat Islam menangkis serangan musuh-musuhnya ia sebutkan dikarenakan rahasia keimanan yang kuat dan itu jualah yang membuat umat ini mendapatkan predikat sebagai umat terbaik yang dibangkitkan untuk manusia.

Penulis yang juga dikenal sebagai Aktivis Islam Senior di Yordania ini, menyerukan kepada kaum Muslimin pentingnya kebangkitan khilafah.

“Wahai kaum Muslimin, kebangkitan khilafah adalah isu akidah yang dengannya Islam gemilang dan agama Allah ini akan ditempatkan ke tempat tertinggi serta dapat mengungguli agama lain. Dengan khilafah, Allah mempersatukan hamba-hamba-Nya dan hukum-Nya. Dan Islam akan disebarkan sebagai risalah yang penuh petunjuk dan kasih sayang kepada seluruh dunia,” serunya.

Bahkan menurutnya, dengan adanya khilafah, maka darah, harga diri dan kesucian Islam terjaga dari serangan kotor orang kafir.

“Dan manusia, baik yang Muslim maupun non Muslim akan hidup di bawah naungannya dengan aman dan sejahtera,” pungkasnya.[] M. Siregar

Posting Komentar

0 Komentar