Jurnalis Senior: Figur yang Lemah Menjadi Presiden?



TintaSiyasi.com-- Menanggapi wacana tiga periode presiden yang bergulir di masyarakat, Jurnalis Senior Hersubeno Arief mengatakan, menjadi presiden karena banyak kepentingan kemudian mengapa figur yang sangat lemah bisa jadi presiden.

“Yang harus dipahami secara bersama-sama bisa menjadi presiden karena banyak kepentingan bertemu kemudian mengapa figur yang sangat lemah bisa jadi presiden,” tuturnya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pusat Kajian Analisis dan Data (PKAD): Wacana 3 Periode Jabatan Presiden, Untuk Apa dan Siapa? Jumat (19/3/2021) di kanal YouTube PKAD.

Ia sebut figur yang sangat lemah, karena tidak didukung sama sekali oleh parpol padahal dalam sistem demokrasi. “Seharusnya, apalagi di Indonesia ketika menjadi presiden muncul sebagai figur yang memiliki back up politik yang kuat,” terangnya.

Ia mengatakan, menjadi presiden ini bukan semata-mata kepentingan Jokowi, namun banyak sekali kepentingan yang masuk di sana. 

“Mengapa Pak Jokowi yang dianggap presiden yang lemah sepanjang sejarah RI?” tanyanya. Ia mengungkapan, karena penuh dengan kompromi yang artinya kompromi tersebut bisa berasal dari partai penguasa ataupun dari kelompok-kelompok kepentingan yang ada di sekitar Jokowi.

“Kenyataannya Pak Jokowi tetap menjadi presiden. Jadi, ada satu kepentingan bersama kemudian yang menyepakati ya sudahlah Pak Jokowi saja yang menjadi presiden kenapa bukan Bu Mega? Kenapa bukan Prabowo? Inikah kesepakatan bersama,” pungkasnya. [] Alfia Purwanti

Posting Komentar

0 Komentar