Islam Mengangkat Derajat dan Kemuliaan Perempuan


Permasalahan diskriminasi terhadap perempuan adalah topik yang selalu menorehkan tinta merah bagi para perempuan, bagaimana tidak? Perempuan senantiasa mendapatkan perlakuan tak manusiawi dan hanya dianggap sebagai barang yang bisa diperlakukan semena-mena.

Hal ini tampak dalam peradaban Yunani kuno khususnya masyarakat Athena, saat itu perempuan sama sekali tidak punya peran dalam kehidupan sehari-hari.

Nikolaos A. Vrissimtzis dalam erotisme Yunani mengatakan bahwa perempuan hanyalah objek seksual dalam prostitusi. Ada lagi Sue Bundell yang menyatakan dalam bukunya berjudul Women In Ancient Greece bahwa perempuan dianggap sebagai makhluk rendahan, kotoran, sumber bencana dan juga penyakit. Tak hanya Yunani kuno, Mesir kuno juga sama kejamnya terhadap perempuan. Kelahiran bayi perempuan dianggap sebagai anak asuh roh-roh jahat dan perempuan dianggap sebagai tanda dari setan. Terkadang mereka harus menahan panasnya minyak yang dituangkan ke tubuhnya.

Dilansir dari kisahmuslim.com pada bangsa Eropa di abad ke-5, mereka memiliki tradisi Coverture yaitu tradisi dimana suami berhak menjual dan melelang istrinya. Bahkan saat wanita menjadi seorang istri wanita tetaplah barang yang tidak mempunyai hak apapun.

Peradaban lainnya juga sama saja, sejak bayi perempuan lahir mereka tidak memiliki hak hidup. Masyarakat Arab jahiliyah pra Islam tega mengubur hidup-hidup putri perempuan mereka karena dianggap sebagai aib keluarga. Tradisi ini terus berjalan hingga Rasul datang membawa Islam dan mengharamkan tradisi keji tersebut.


Cahaya Islam Menghapus Diskriminasi terhadap Perempuan

Dalam Islam perbuatan membunuh bayi perempuan termasuk dalam dosa besar. 

وَإِذَا ٱلْمَوْءُۥدَةُ سُئِلَتْ

Artinya: "Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya." (QS. At-Takwir: 8)

بِأَىِّ ذَنۢبٍ قُتِلَتْ

Artinya: "Karena dosa apakah dia dibunuh." (QS. At-Takwir: 9)

Bahkan Allah Swt. akan menyelamatkan siapa saja yang berbuat baik terhadap anak perempuannya seperti dalam sabda Rasulullah Saw., "Siapa yang dikaruniai anak perempuan dan ia berbuat baik, maka mereka akan menjadi tirai (selamat) dari neraka." (HR. Al-Bukhari)

Bahkan hingga kini perjuangan para perempuan untuk mendapatkan haknya masih terus berlanjut. Di abad modern ini belum ada yang berhasil menghapus diskriminasi secara total nyatanya kedudukan perempuan masihlah sama setelah sekian abad. Hanya peradaban Islam satu-satunya yang memelihara perempuan dengan penuh perhatian dan memberikan pertolongan.

Islam meninggikan kedudukan perempuan, memberikan kemuliaan dan kebaikan sebagai anak perempuan, istri, saudari dan sebagai ibu. Dalam Islam laki-laki dan perempuan kedudukannya sama yang membedakan keduanya adalah tingkat ketakwaannya kepada Allah Swt.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al-Hujurat: 13)

Sejak awal, Islam telah menetapkan bahwa perempuan sama dengan laki-laki dalam masalah kedudukannya di hadapan Allah, hanya tingkat ketakwaan saja yang membedakannya. Islam tidak mengurangi sedikitpun hak tersebut. Bahkan Islam juga melarang umatnya untuk menyakiti dan meremehkan wanita.

Rasulullah Saw. berwasiat kepada ribuan umatnya yang disampaikan berulang-ulang dalam Haji Wada

"Aku mewasiatkan kepada kalian agar berbuat baik pada wanita." (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah) 

Tak hanya hak kehidupan, Islam juga memberikan hak pendidikan kepada perempuan. Seringkali kita mendengar ucapan, "Buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi toh pada akhirnya masuk dapur juga kerjaannya." 

Padahal dalam Islam wanita berhak untuk mendapatkan pendidikan sebagaimana laki-laki. Rasulullah Saw. bersabda, "Mencari ilmu wajib hukumnya bagi Mukmin laki-laki dan perempuan."(HR. Ibnu Abdil Barr)

Tak berhenti hanya di situ saja, Islam tetap memuliakan dan memperhatikan perempuan bahkan ketika ia hendak dipinang. Perempuan dalam Islam memiliki hak dalam memilih pasangan hidupnya. Ia memiliki hak untuk menerima dan menolak pinangan. Tidak ada yang boleh memaksanya untuk menikah dengan seorang lelaki yang tidak disukainya. Dalam hal ini Rasulullah Saw. bersabda, "Seorang Janda lebih berhak tentang dirinya dari Walinya. Perawan hendaklah minta persetujuan kepada dirinya. Tanda izinnya adalah diam." (HR Tirmidzi, Ahmad, Muslim).

Setelah dipinang dan dinikahi (menjadi istri), Islam akan mewajibkan lelaki untuk berbuat baik kepada istri dan keluarganya. Rasulullah telah memberikan teladan nyata mengenai hal itu. Beliau adalah orang yang paling cinta dan lemah lembut kepada keluarganya sebagaimana diriwayatkan Al-asud bin Yazid An-Nakha'i yang mengatakan, "Aku bertanya kepada Aisyah apa yang telah dibuat oleh Nabi kepada para keluarganya?"

Dia menjawab, "Beliau dalam keadaan membantu keluarganya, artinya membantu dalam pekerjaan mereka. Manakah shalat telah tiba, beliau bangkit menuju shalat."

Dalam pengelolaan harta, perempuan mempunyai hak terhadap harta secara tersendiri dan sempurna sebagaimana lelaki. Islam menjamin hak perempuan untuk menjual dan membeli, menyewa dan menerima bayaran, mewakilkan dan menghibahkan dan tidak ada larangan atas semua itu selagi berhubungan dengan orang yang berakal dan mengerti. Hal itu berdasarkan firman Allah dalam alquran surat An-Nisa ayat 32.

وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا

Artinya: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Tak akan kita jumpai peradaban lain yang menjamin hak perempuan selain peradaban Islam. Kedudukan perempuan akan dimuliakan hanya ketika Islam diterapkan secara kaffah dalam naungan khilafah. Seharusnya, siapapun yang sedang memperjuangkan hak perempuan akan langsung ambil bagian dalam memperjuangkan khilafah. Seperti itulah seorang Muslimah yang terhormat hidup mendapatkan kemuliaan dalam naungan peradaban Islam yang paripurna, bukankah kita ingin merasakan kembalinya khilafah? []

Oleh: Nabila Zidane, Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

Posting Komentar

0 Komentar